SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Tampilkan postingan dengan label Modalitas Fisioterapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modalitas Fisioterapi. Tampilkan semua postingan

TERAPI ULTRA SOUND

Fisioterapi memiliki tanggung jawab di dalam kesehatan gerak fungsional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaan di pergunakan berbagai metodologi intervensi fisioterapi, termasuk penggunaan stesor-stesor fisis didalam rangkaian modalitas fisioterapi. Modalitas fisioterapi memiliki berbagai macam atau jenis, yang salah satunya ialah ultra sonik.

Gelombang ultra sonik yang merupakan gelombang suara yang di peroleh dari getaran yang memiliki frekwensi 0,1 hingga 5 MHz. Gelombang ini dapat di kelompokkan menurut fungsinya dengan frekwensi dan intensitas masing-masing (Lehmaun 1990)
Untuk diagnostik frekwensi intensitas
echocardiography 5 M Hz 3,4 mW/cm²
echophalography 5 M Hz 3,4 mW/cm²
doppler blood flow 5 s.d 10 M Hz 203 m/W/cm²
obstretical doopler 2,25 M Hz 6,3 m/W/cm²
untuk surgical / bedah
gallostone ablation 0,01 M Hz 20 s.d 100 W/cm²
untuk terapetik
physical medicine & rehabilitation 0,75 s.d 3 M Hz 0.1 s.d 5 W/cm²

a. Generator Ultra Sonik
Pesawat ultra sonik merupakan suatu generator yang menghasilkan arus bolak balik berfrekwensi tinggi (high frequency alternating current) yang mencapai 0,75 s.d 3 MHz. Arus ini berjalan menembus kabel koaksial pada transducer yang kemudian di konversikan menjadi vibrasi oleh adanya efek piezoelektrik.

Efek piezoelektrik ini pertama kali diperkenalkan oleh Pierre dan Jacques Curie (1880), yang di peroleh dari vibrasi kristal quartz atau dari produk sintetis kristal keramik berupa barium titanate maupun lead zirconate titanate.

Kristal ini dibentuk dengan ketebalan 2-3 mm melingkar sesuai dengan axis elektrik, kemudian dieratkan pada bagian dalam permukaan tranducer. Saat di aliri arus atau beda potensial, kristal ini akan mengalami vibrasi baik secara kompresi maupun ekspansi dengan frekwensi sama dengan sinyal elektrik yang datang. Umumnya frekwensi yang di hasilkan oleh generator adalah 1 dan 3 MHz.

b. Penyebaran efek ultra sonik dalam jaringan
Efek penyebaran ultra sonik dalam jaringan bergantung pada:
1) Kedalaman penetrasi
Kedalaman penetrasi tergantung pada absorpsi dan penyebaran pancaran ultra sonik selama dalam jaringan.
2). Absorpsi (absorpation)
Merupakan penerimaan panas yang di konversikan dari energi akustik
oleh adanya penyebaran ultra sonik dalam jaringan. Menurut Michloyitz, 1990 absopsi ultra sonik berkaitan dengan kandungan protein dalam jaringan.

Tissue type Attenuation Protein content
bone 96% per cm 20-25%
cartilago 68% per cm
tendon 59% per cm
skin 39% per cm
blood vessel 32% per cm 15-20%
muscle 24% per cm 10-15%
fat 13% per cm
blood 3% per cm

Beberapa jaringan yang dapat di berikan ultra sonik :
Superficial bone peripheal nerves
Joint capsules myofacial interface
Tendon cells membranes
Scar tissue
Ultra sonik frekwensi tinggi (3 MHz) akan lebih mudah di absorpsi dari pada yang berfrekwensi rendah (1 MHz), (wadsworth, chanmugam, 1988)

3). Penyebaran (scattering)
Merupakan penyebaran secara refleksi maupun refraksi ultra sonik dari permukaan tak beraturan atau inhomogenitas kedalam jaringan.

c. Frekwensi
Frekwensi ultra sonik merupakan jumlah iscilasi gelombang suara yang dicapai dalam waktu satu detik yang dinyatakan dengan megahertz (MHz). Umumnya frekwensi yang di pergunakan dalam terapi ultra sonik adalah 1 dan 3 MHz

d. Intensitas
Merupakan rata-rata energi yang dipancarkan tiap unit area, dan dinyatakan dalam watt per sentimeter persegi (W/cm²). sedangkan power ialah total output dari tranducer yang dinyatakan dalam watt (W).

Total power output (watts)
Intensitas = _________________________
ERA pada transducer (cm²)

Umumnya intensitas untuk terapi ultra sonik ini berkisar antara 0 s.d 5 W/cm². namun yang sering di pergunakan dalam klinik berkisar antara 0,5 s.d 2 W/cm². agar diperhatikan bahwa pemberian ultra sonik dengan intensitas tinggi dapat mengakibatkan terjadinya unstable cavitation ataupun mikrotrauma jaringan.

e. Efek fisiologik dari ultra sonik termal dan implikasi klinisnya
Efek fisiologi
•?????????Meningkatkan extensibilitas colagen dari tendon, kapsul sendi dan scar tissue
•?????????Meningkatkan konduksi syaraf motor maupun sensor dengan meningkatkan ambang rangsang rasa nyeri
•?????????Mempengaruhi aktivitas kontraktil otot rangka, mengurangi aktivitas muscle spindle, mengurangi spasme otot yang secara sekunder menyebabkan nyeri
•?????????Meningkatkan aliran darah

f. Efek fisiologik US non thermal ultrasonik
Efek non thermal ultrasonik terjadi dari gelombang suara berpulsa. Efek ini akan meningkat sejalan dengan peningkatan frekwensi (M Hz) dan intensitasnya.

Umumnya pulsa gelombang ini memiliki rasio 1 : 4 (20%), 1 : 1 (50%), 1 : 9 (10%). Sehingga pemberian ultra sonik berpulsa selama 5 menit dengan rasio 1 : 4 berarti bahwa pasien akan menerima gelombang ultra sonik selama 1¼. efek non thermal ultra sonik di hasilkan oleh vibrasi mekanik menghasilkan :
1) acoustic streming, yakni arus tak langsung yang terjadi pada membran sel
2) cavitation, ada dua macam (a) stable cavitation (b) unstable atau trensient cavitation
3) micromassage, merupakan gerakan oscilator dari sel dan jaringan.

Sehingga efek non termal ultra sonik dapat mengurangi oedem, nyeri dan spasme otot, memperbaiki aliran darah serta menginduksi perbaikan non union bone, regenerasi jaringan dan perbaikan jaringan lunak.
g. Efek fisiologik dari ultra sonik non termal dan implikasi klinisnya :
- menstimulasi pelepasan histamin dari sel mast oleh adanya degranulasi
- stimulasi pelepasan serotonin dari sel darah
- stimulasi pelepasan chemotactic agents dan growth factor dari makrofag
- stimulasi pembentukan kapiler darah baru oleh sel-sel endotel
- stimulasi fibroblast untuk meningkatkan sintetis protein
- meningkatkan kandungan kolagen
- meningkatkan velositas konduksi saraf motor dan sensor yang akan meningkatkan ambang nyeri

h. Implikasi klinik
- mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase awal peradangan
- mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase akhir peradangan
- mempercepat penyusutan luka akibat kurangnya pembentukan scar tissue
- mempercepat penyembuhan luka dengan perbaikan sirkulasi yang memerlukan sintetis colagen
- mempercepat penyembuhan dengan memproduk kolagen yang hilang
- meningkatkan daya lentur jaringan
- mengurangi nyeri

i. Indikasi
1) Kondisi peradangan sub akut dan khronik
2) Kondisi traumatik sub akut dan khronik
3) Adanya jaringan parut atau scar tissue pada kulit sehabis luka operasi atau luka bakar
4) Kondisi ketegangan, pemendekan dan perlengketan jaringan lunak (otot, tendon dan ligamentum )
5) Kondisi inflamasi khronik

j. Kontra indikasi
Merupakan kontra indikasi terhadap terapi ultra sonik antara lain :
1) penyakit jantung atau penderita dengan alat pacu jantung
2) kehamilan, khususnya pada daerah uterus
3) jaringan lembut : mata, testis, ovarium, otak
4) jaringan yang baru sembuh atau jaringan granulasi baru
5) pasien dengan gangguan sensasi
6) tanda-tanda keganasan atau tumor malignan
7) insufisiensi sirkulasi darah : thrombosis, thromboplebitis atau occlisive occular disease
infeksi akut
9) daerah epiphysis untuk anak-anak dan dewasa

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Efek Terapi Ultrasound dan Penerapannya


Efek terapeutik US masih sedang diperdebatkan. Sampai saat ini, masih sangat sedikit bukti untuk menjelaskan bagaimana US bisa menyebabkan efek terapeutik dalam jaringan yang terluka. Namun demikian praktisi di seluruh dunia terus menggunakan modalitas terapi ini sesuai dengan pengalaman pribadi, bukan bukti ilmiah. Berikut adalah sejumlah teori oleh US yang berhubungan dengan efek terapeutik.

Thermal Efek:
Ketika gelombang ultrasonik lulus dari transuder ke dalam kulit yang menyebabkan getaran di sekitar jaringan, terutama yang mengandung kolagen. Getaran yang meningkat ini menyebabkan produksi panas dalam jaringan. Pada kebanyakan kasus, hal ini tidak dapat dirasakan oleh pasien sendiri. Peningkatan suhu ini dapat menyebabkan peningkatan Ekstensibilitas struktur seperti ligamen, tendon, jaringan parut dan kapsul fibrosa sendi. Selain itu, pemanasan juga dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit dan kejang otot dan meningkatkan proses penyembuhan.

Efek pada inflamasi dan Proses Perbaikan:
Salah satu manfaat terbesar terapi US yang disampaikan adalah yaitu mengurangi waktu penyembuhan cedera jaringan lunak tertentu.
• US berpikir untuk mempercepat waktu penyembuhan yang normal dari proses peradangan dengan menarik lebih banyak “mast sells” ke lokasi cedera. Ini dapat menyebabkan peningkatan aliran darah yang dapat bermanfaat pada fase sub-akut pada cedera jaringan. US tidak di anjurkan pada cidera dimana peningkatan aliran darah masih berlangsung.
• Ultrasonografi juga dapat merangsang produksi kolagen khususnya komponen protein dalam jaringan lunak seperti tendon dan ligamen. Oleh karena itu US dapat mempercepat fase proliferatif pada penyembuhan jaringan.
• US berpikir untuk meningkatkan ekstensibilitas kolagen dan dapat memiliki efek positif pada fibrosa jaringan parut yang dapat terbentuk setelah cedera.

Penerapan Ultrasound:
• Ultrasound biasanya diterapkan dengan menggunakan transduser yang memancarkan sinar ultrasonik. Bergerak terus menerus dalam kulit sekitar 3-5 menit. Pengobatan dapat diulangi 1-2 kali setiap hari, lebih sering pada kondisi cidera akut dan lebih jarang frekuensinya pada kasus-kasus kronis.
• Dosis Ultrasound dapat bervariasi baik dalam intensitas atau frekuensi. Frekuensi rendah digunakan pada daerah-daerah cidera yang letaknya lebih dalam, sedang frekuensi tinggi digunakan untuk permukaan yang lebih dekat dengan kulit.

Kontraindikasi Untuk Penggunaan:
• pada penyakit jaringan yang abnormal, tekanan darah yang tinggi, tumor yang menyebar di seluruh tubuh.

Jangan gunakan jika pasien menderita dari:
• tumor ganas atau kanker jaringan
• infeksi akut
• Risiko perdarahan
• ischeamic jaringan berat
• ada riwayat trombosis vena
• terkena jaringan saraf
• Kecurigaan terhadap patah tulang
• Jika pasien hamil
• Jangan gunakan di daerah gonad (alat kelamin),

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Indikasi dan Kontraindikasi Penggunaan Diatermi Gelombang Pendek

Indikasi dan Kontraindikasi Penggunaan Diatermi Gelombang Pendek

Jenis teknologi yang telah menunjukkan nilai riil dalam bidang klinis adalah diatermi gelombang pendek. Metode ini berfungsi untuk mengendalikan rasa sakit dan meningkatkan aliran darah ke daerah-daerah otot yang rusak dengan tindakan panas yang sampai ke dalam jaringan (deep heat). Dalam hubungannya dengan obat-obatan berbasis non terapi, diatermi gelombang pendek dapat membantu sejumlah besar pasien dengan berbagai tingkat cedera serta berbagai jenis cedera. Melihat lebih dekat pada praktek kita berharap bahwa diatermi gelombang pendek ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari teknologi medis.
Indikasi
Therapeutic Ultrasound begitu fantastis dalam menjangkau wilayah yang sangat spesifik dari tubuh. Namun, ada saat-saat ketika seorang profesional medis akan perlu menjangkau wilayah yang lebih luas dari tubuh. Di antara keuntungan lainnya, diatermi gelombang pendek dapat digunakan untuk menerapkan panas ke daerah tubuh yang jauh lebih luas. Hal ini terutama bermanfaat untuk mengobati masalah otot punggung. Selain dapat mengatasi nyeri punggung yang klasik pada sebagian besar penduduk, diatermi gelombang pendek juga bermanfaat untuk mengobati hal-hal seperti neuritis, tendonitis, dan dari semua jenis permasalahan otot. Bahkan dengan pengaturan alat yang tepat,diatermi ini juga bisa membantu pasien yang menderita osteoarthritis dan rheumatoid arthritis juga. Dalam aplikasi yang lain, bahwa diatermi ini merupakan yang paling sering digunakan dalam terapi cidera olahraga. Hal-hal seperti radang pada siku, bahu, dan lutut dapat diterapi dengan menggunakan diatermi gelombang pendek ini. Demikian juga dengan nyeri punggung bawah, keseleo sendi, dan bahkan pada gangguan sendi-sendi leher.
Kontra Indikasi
Namun demikian, walaupun diatermi gelombang pendek ini berguna pada semua jenis luka dan penyakit umum, ada kasus-kasus tertentu ketika jenis panas ini harus dihindari. Seperti pada wanita yang sedang hamil, orang cacat mental, pada seseorang yang mempunyai tekanan darah yang naik-turun, orang-orang yang menggunakan “pace maker”, dan orang-orang dengan masalah ginjal atau jantung, serta pasien yang sedang demam tinggi.
Singkatnya, mesin diatermi gelombang pendek ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan ke dalam berbagai ruang pemeriksaan atau ruang terapi dan dapat membantu sebagian besar pasien yang berbeda dengan kebutuhan yang unik. Mesin diatermi ini bisa sebagai alternatif pengobatan bagi seseorang yang tidak menghendaki mengkonsumsi obat-obatan medis (baca: kimia), serta dapat dimanfaatkan pada setiap kantor yang mempunyai fasilitas ruang terapi/pengobatan.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Efek Terapi Ultra Sound Dan Cara Aplikasinya

Efek Terapi Ultra Sound Dan Cara Aplikasinya



Berikut adalah sejumlah teori oleh US yang berhubungan dengan efek terapeutik:

1.Thermal Efek:

Ketika gelombang ultrasonik lulus dan transuder ke dalam kulit yang

menyebabkan getaran di sekitar jaringan. terutama yang mengandung

kolagen. Getaran yang meningkat ini menyebabkan produksi panas dalam

jaringan. Pada kebanyakan kasus, hal ini tidak dapat dirasakan oleh pasien

sendiri. Peningkatan suhu ini dapat menyebabkan peningkatan

Ekstensibilitas struktur seperti ligamen. tendon. jaringan parut dan kapsul

fibrosa sendi. Selain itu. pemanasan juga dapat membantu untuk

mengurangi rasa sakit dan kejang otot dan meningkatkan proses

penyembuhan.

Bel pada inflamasi dan Proses Perbaikan:

Salah satu manfaat teibesar terapi US yang disampaikan adalah yaitu

mengurangi waktu penyembuhan cedera jaringan Iunak tertentu.

• US berpikir untuk mempercepat waktu penyembuhan yang normal dan

proses peradangan dengan menarik Iebih banyak "mast sells" ke lokasi

cedera. Ini dapat menyebabkan peningkatan aliran danah yang dapat

bermanfaat pada fase sub-akut pada cedena janingan, US tidak di anjuikan

pada cidera dimana peningkatan alinan darah masih berlangsung.

• Ultrasonografi juga dapt merangsang produksi kolagen khususnya komponen protein dalam jaringan lunak

seperti tendon dan ligamen. Oleh karena itu US dapat mempercepat fase poliferatif pada penyembuhan

jaring an.

• US berpikin untuk meningkaan eItensibiIitas kolagen dan dapat memiliki efek positif pada fibrosa janingan

parut yang dapatterbentuksetelah cedera.

Penerapan Ultrasound:

• Ultrasound biasanya diteiapkan dengan menggunakan transduser yang memancaikan sinai ultrasonik. Bergerak tenus menerus dalam kulit sekitar 3.5 menit. Pengobatan dapat diulangi 1.2 kali setiap han. lebih sening pada kondisi cidena akut dan Iebih janang frekuensinya pada kasus.kasus knonis.

• Dosis Ultrasound dapat bervariasi baik dalam intensitas atau frekuensi. Frekuensi rendah digunakan pada daerah-daerah cidera yang letaknya lebih dalam. sedang frekuensi tinggi digunakan untuk penmukaan yang lebih dekat dengan kulit.

Kontraindikasi Untuk Penggunaan:

• pada penyakit jaringan yang abnormal, tekanan darah yang tinggi, tumor yang menyebar di seluruh tubuh,

Jangan gunakan jika pasien menderita dan:

• tumor ganas atau kanker janingan

• infeksi akut

• Risiko pendarahan

• ischeamic jaringan berat

• ada riwayat trombosisvena

• terkena jaringan saraf

• Kecurigaan terhadap patah tulang

• Jika pasien hamil

• Jangan gunakan di daenah gonad (alat kelamin).


Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Daftar Alat Fisioterapi

Daftar Alat Fisioterapi :
  1. Infra Red Rays (IRR) :
    Indikasi : kondisi peradangan setelah subakut (seperti kontusio, muscle strain – sprain, trauma sinovitis), arthritis (seperti RA, OA, myalgia, lumbago, neuralgia, neuritis), gangguan sirkulasi darah (tromboangitis obliterans, tromboplebitis, Raynauld Disease), penyakit kulit (seperti folli kulitis, furuncolosi, wound), serta persiapan massage dan exercise.

Kontraindikasi : daerah dengan insufesiensi pada darah, gangguan sensibilitas pada kulit, adanya kecenderungan terjadinya pendarahan.

Efek Fisiologis : meningkatkan proses metabolisme, vasodilatasi pembuluh darah, pigmentasi, pengaruh saraf sensorik, pengaruh terhadap jaringan otot, destruksi jaringan, menaikkan temperatur tubuh, mengaktifkan kerja kelenjar keringat.
Efek terapeutik : relief of pain, muscle relaksasi, meningkatkan suplai darah, menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme.
  1. Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) : alat ini menggunakan transmisi listrik dan bermanfaat menurunkan nyeri. Elektroda di letakkan didaerah yang bersangkutan yang mengalami nyeri. Mesin dihidupkan dan arus listrik disalurkan lewat elektroda. Perasaan geli terasa dibawah kulit dan otot. Sinyal ini berfungsi menggangu sinyal nyeri. Sinyal dari tens ini mempengaruhi syaraf-syaraf pada daerah yang diaplikasikan tens dan memutus sinyal nyeri sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang
  2. Ultrasound (US) : Ultra Sound therapy merupakan teknologi yang menggunakan gelombang suara sehingga menghasilkan energi mekanik. Frekuensi yang sering digunakan Ultra Sound adalah 0,7 MHz – 3 Mhz dengan intensitas kurang lebih 2 W/ cm2.
    Efek Ultra Sound antara lain :
Implikasi klinik
· mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase awal peradangan
· mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase akhir peradangan
· mempercepat penyusutan luka akibat kurangnya pembentukan scar tissue
· mempercepat penyembuhan luka dengan perbaikan sirkulasi yang memerlukan sintetis colagen
· mempercepat penyembuhan dengan memproduk kolagen yang hilang
· meningkatkan daya lentur jaringan
· mengurangi nyeri

a.Mengurangi nyeri
Pengurangan nyeri dapat terjadi karena perbaikan sirkulasi darah, dimana dalam perbaikan sirkulasi darah perifer sebagai konsekuensi adanya pengaruh panas didalam jaringan. Serta pengurangan derajat keasaman karena stimulasi serabut afferen.

b.Meningkatkan permiabilitas jaringan
Dari efek vibrasi menyebabkan cairan jaringan mampu menembus membran sel sehingga mampu merubah konsentrasi ion dan mempermudah rangsangan sel. Didalam sel kandungan protoplasma meningkat sehingga proses pertukaran cairan secara fisiologis terpacu.
c.Relaksasi otot (meningkatkan ektensibilitas jaringan penyambung)
Diperoleh dari penurunan sensitvitas muscle spindle terhadap stretch reflek oleh pengaruh thermal.
d.Pengaruh mekanik
Gelombang UltraSound Therapy menimbulkan adanya peregangan dan pemampatan dalam jaringan sehingga terjadi variasi tekanan dan timbul pengaruh mekanik. Mampu menyebabkan peningkatan permiabilitas dari jaringan otot dan meningkatkan proses metabolisme.

Indikasi : Kelainan pada jaringan tulang, sendi dan otot, Keadaan post traumatic seperti kontusio, distorsi, luxation, serta fraktur, Keadaan Rheumatoid Arthritis pada stadium tak aktif seperti Arthritis, Bursitis, kapsulitis, tendonitis, Kelainan penyakit pada sirkulasi darah seperti neuopathie phantom pain, HNP, Raynaud’s disease, Buergers disease, suddeck dystrophy, serta odema.
Kontraindikasi : Absolud seperti mata, jantung, uterus pada wnaita hamil, serta testis. Relatif seperti post laminectomy, hilangnya sensibilitas, endhorprothese, tumor, post traumatic, tromboplhebitis dan varises, septis inflammation, serta Diabetes Mellitus.
  1. Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus- menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik. Untuk mengurangi sesak pada penderita asma, untuk mengencerkan dahak, bronkospasme berkurang/ menghilang.
  2. Short Wave Diatermi (SWD) : SWD merupakan arus bolak balik dengan frekuensi tinggi. SWD digunakan sebagai modalitas fisioterapi untuk memperoleh pengaruh panas dalam jaringan lokal, merileksasi otot, mengurangi nyeri dan meningkatkan metabolisme sel-sel. SWD dapat mempercepat proses yang terlibat dalam respon inflamasi dan merangsang penyembuhan jaringan.Panas yang ditimbulkan akan berpengaruh terhadap jaringan ikat terutama otot, tendon, kapsul sendi dan ligamentum yang akan menyebabkan terjadinya penurunan viscositas matrik sehingga elastisitas juga meningkat. Dengan meningkatnya elastisitas otot maka tonus otot menurun melalui normalisasi nosi-sensoris, sehingga akan menurunkan nyeri.
Daftar Kondisi Yang Dapat Ditangani Fisioterapi :
  1. Stroke
Terapi : IRR + ES + Exercise
  1. Bell’s Palsy
Terapi : IRR + ES + Massage & Exercise
  1. Paralysis Otot
Terapi : IRR + ES + Exercise
  1. Gangguan Tumbuh kembang motorik anak
Terapi : IRR + Exercise
  1. Cerebral Palsy
Terapi : IRR + Exercise
  1. Down Syndrome (mengejar keterlambatan motorik)
Terapi : IRR + Exercise
  1. Gullian Barre Syndrome
Terapi : IRR + ES + Exercise
  1. Tendinitis, Bursitis, Neuritis
IRR/SWD + TENS/US + Exercise
  1. Vertigo
IRR + TENS + Exercise
  1. Migrain
Terapi : IRR + TENS + Exercise
  1. Ischialgia
Terapi : IRR/SWD + TENS + Exercise
  1. LBP ( HNP, Subluksasi, Spasme Otot, Dll)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
  1. Nyeri Tengkuk (akibat pengapuran, spasme otot, atau yang lainnya)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
  1. TOCS
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
  1. Post Fraktur (bengkak, nyeri dan stiff joint)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
  1. Batuk pilek anak anak (membantu peneluaran sputum dan melonggarkan saluran pernapasan)
Terapi : IRR/Nebulizer + Exercise
  1. Gangguan pernapasan
Terapi : IRR/SWD + Exercise
  1. Calcaneus Spur/ Plantar Fascilitis
Terapi : IRR/SWD + US + Exercise
  1. Osteoarthritis dan reumathoid arthritis
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
  1. Frozen shoulder
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
  1. Gangguan Pengembangan Thoraks
Terapi : IRR/SWD + Exercise
  1. Sprain ankle
Terapi : IRR/SWD+TENS + Exercise
  1. Cedera Olahraga
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
ron Rp. Gambar Alat :
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel