SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Tampilkan postingan dengan label Panduan Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Orang Tua. Tampilkan semua postingan

Cara Mendidik Anak Agar Terhindar Narkoba


 Kemampuan Membina Hubungan adalah kemampuan untuk mengelola emosi orang lain, sehingga tercipta keterampilan sosial yang tinggi dan membuat pergaulan seseorang menjadi lebih luas. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung mempunyai banyak teman, pandai bergaul dan menjadi lebih populer.

Di sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kecerdasan emosional dikembangkan pada diri anak. Karena betapa banyak kita jumpai anak-anak, dimana mereka begitu cerdas di sekolah, begitu cemerlang prestasi akademiknya, namun bila tidak dapat mengelola emosinya, seperti mudah marah, mudah putus asa atau angkuh dan sombong, maka prestasi tersebut tidak akan banyak bermanfaat untuk dirinya. Ini yang kemudian akan melahirkan berbagai perilaku menyimpang, salah satunya adalah anak-anak yang kemudian tergelincir dalam narkoba ria!

Ternyata kecerdasan emosional perlu lebih dihargai dan dikembangkan pada anak sejak usia dini. Karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensinya dapat berkembang secara lebih optimal.

Hal yang hampir senada juga dikemukakan oleh Robert Coles dalam bukunya yang berjudul “The Moral Intelligence of Children”, bahwa di samping IQ, ada suatu jenis kecerdasan yang juga memegang peranan amat penting bagi kesuksesan seseorang dalam hidupnya.

Hal ini ditandai dengan kemampuan seorang anak untuk bisa menghargai dirinya sendiri maupun diri orang lain, memahami perasaan terdalam orang-orang di sekelilingnya, mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Semua ini termasuk merupakan kunci keberhasilan bagi seorang anak di masa depan.

Kecerdasan Spiritual
Danah Zohar dan Ian Marshal dalam bukunya yang berjudul”Connecting with Our Spiritual Intelligence” (2000), menyatakan bahwa dalam otak manusia ditemukan adanya eksistensi God-Spot sebagai pusat spiritual yang terletak antara jaringan syaraf dan otak. Adanya God-Spot dalam otak menunjukan bahwa manusia memiliki kepekaan terhadap makna hidup dan nilai-nilai kehidupan. 

Kecerdasan spiritual dapat menumbuhkan fungsi manusiawi seseorang sehingga membuat mereka menjadi lebih kreatif, luwes, berwawasan luas, spontan, dapat menghadapi perjuangan hidup, menghadapi kecemasan dan kekhawatiran, dapat menjembatani antara diri sendiri dan orang lain serta menjadi lebih cerdas secara spiritual dalam beragama.

Peran orangtua dalam upaya menumbuhkembangkan kecerdasan spiritual pada anak sangat penting. Sama pentingnya dalam upaya orangtua dalam menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak pada bidang yang lainnya. Dalam hal ini, yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua adalah :
·      Usahakan untuk tidak mematikan spontanitas anak.
·      Usahakan untuk selalu tidak berprasangka buruk pada anak maupun orang lain.
·       Upayakan agar dapat mendidik dan membesarkan anak dengan kasih sayang serta keakraban dalam lingkungan keluarga.
·       Tumbuhkan rasa percaya diri anak dengan tidak melakukan kekerasan sehingga mengakibatkan anak jadi takut mencoba sesuatu hal yang baru serta dapat mengambil kesimpulan yang keliru terhadap suatu peristiwa.
·       Upayakan agar anak dapat membuat dan memiliki prioritas hidup.

Selanjutnya, bagaimana caranya agar hal ini dapat diwujudkan pada anak-anak kita sejak usia dini? Suasana damai dan penuh kasih sayang di dalam keluarga, contoh-contoh nyata berupa sikap saling menghargai satu sama lain, ketekunan dan keuletan menghadapi kesulitan, sikap disiplin dan penuh semangat, tidak mudah putus asa, lebih banyak tersenyum daripada cemberut, semua ini memungkinkan anak mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional maupun kecerdasan moral dan spiritualnya. Inilah yang disebut sebagai mendidik dengan cinta.

Penutup
Anak-anak unggul pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sungguh memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh secara lebih optimal. Dalam hal ini orangtua, di samping guru, memegang peranan yang amat penting.
Dengan pendidikan yang tepat, yaitu mendidik anak dengan kekuatan cinta, anak-anak akan tumbuh lebih optimal menjadi manusia-manusia unggul di masa depan. Bukannya justru menjadi manusia-manusia frustasi dan terjerumus ke dalam pelukan NARKOBA!


Sumber : http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/detail/puslitdatin/artikel/10057/mendidik-dengan-cinta-untuk-mencegah-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja-iii
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Antara Remaja, Keluarga Dan Narkoba


Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas tidak hanya berupa kenakalan/ vandalisme tetapi mengarah kepada penganiayaan bahkan pembunuhan. Fenomena  ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya. Kenakalan remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit.

Masalah kenakalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semakin lancar, cepat, mudah dan murah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengakses berbagai informasi melalui berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.

Kenakalan remaja ini biasanya dilakukan oleh mereka yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.

Kondisiseperti inilah yang mempermudah para bandar dan pengedar Narkoba mengarahkan sasarannya kepada kalangan remaja. Berbagai cara bujuk rayu yang mereka lakukan, seperti memasuki lingkungan pergaulan, memanfaatkan mereka sebagai pengedar, pemakai bahkan juga sebagai kurir. Dan semua berujung pada kesenangan semu, ekonomi yang terpenuhi, walaupun mereka menyadari sangat besar taruhannya terhadap masa depan.

Permasalahan Narkoba adalah isu kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena Narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal, dan keluarga. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi remaja dari ancaman bahaya Narkoba dengan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan tentang bahaya Narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap keluarga memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan remaja dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba. Upaya untuk mengubah sikap keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan karena paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba dikalangan remaja yaitu melalui pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya dengan memberikan alternatif kegiatan positif, memperhatikan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang distruktif.

Remaja membutuhkan informasi, cara-cara untuk meningkatkan daya tangkaldalam mencegah atau juga mengurangi dampak bahaya penyalahgunaan Narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya penyalahgunaan Narkoba adalah dengan melakukan pendidikan keluarga.Maksudnya di sini adalah upaya dari setiap orangtua untuk menghindarkan anak-anaknya dari bahaya penyalahgunaan narkoba dengan cara:Pertama,memberikan pembekalan pengetahuan agama dan tata krama yang memadai.Kedua, memberikan pengawasan dengan mengupayakan setiap anggota keluarga saling mengetahui aktifitas masing-masing.Ketiga, menanamkan kasih sayang diantara anggota keluarga melalui komunikasi yang efektif diantara anggota keluarganyadan Keempat,harus menjadi tokoh yang dapat diidolakan / panutan, dapat berperan ganda sebagai teman atau guru, sebagai pendidik, pembimbing dan pengayom.

Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita segera peduli dengan menjaga kalangan remaja dan mengawasi anak-anak kita pada khususnya dari bahaya penyalahgunaan Narkoba, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas, tangguh dan berkualitas di masa yang akan datang dapat terwujud
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Cara Memberitahu Bahaya Narkoba Kepada Anak

Dengan semakin merajalelanya kasus penyalahgunaan narkoba yang semakin menghawatirkan, maka  sudah sepantasnyalah kita sebagai orang tua menjaga dan melindungi anak kita dari peredaran  penyalahgunaan narkoba. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan  tentang narkoba kepada anak yang disesuaikan dengan usianya :
 
 1. Untuk Play Group :

Ajari anak untuk menghargai tubuh sendiri dengan memberi tahu tentang bahan-bahan racun/kimia yang ada di rumah dan ajari tentang obat-obat yang aman bagi anak, komunikasi pengambilan keputusan dan percaya diri akan membantu mencegah penyalahgunaan narkoba setelah ia dewasa.

 2. Untuk usia 4-6 tahun
  • Usia ini adalah sangat penting bagi orang tua dimana orang tua harus bersatu dan mengetahui siapa kawan-kawannya.
  • Perbanyak kegiatannya, komunikasi dan cinta kasih sayang yang tulus.
  • Buat skenario tentang masalah-masalah narkoba yang dapat membantu anak untuk mengatasi masalah tersebut.
 3. Untuk usia 7-9 tahun
  • Anak-anak tersebut sudah dapat menggabungkan antara fantasy dan kenyataan.
  • Terangkan perbedaan antara obat-obatan yang baik dan yang buruk untuk tubuhnya, karena anak usia ini sangat percaya terhadap orang yang lebih tua dan tetap harus diingatkan bahwa hal yang diberitahu oleh seseorang tidak selalu baik.
4. Untuk usia 10-13 tahun

Pada usia 10-13 tahun adalah usia yang paling riskan terkena bahaya narkoba, sejalan dengan sikap kemandiriannya.
  • Orang tua harus lebih banyak mengetahui dan memahami masalah narkoba dibanding dengan anak-anak.
  • Kerjasama dengan lembaga-lembaga hukum dan pelatihan-pelatihan agar orang tua mengetahui tentang jenis-jenis narkoba, siapa saja yang terlibat dan dimana tempat-tempatnya.
  • Orang tua harus mengetahui jenis-jenis narkoba yang baru beredar di pasaran terus dimodifikasi oleh para pengedar untuk mendapatkan efek yang lebih dahsyat bagi pengguna.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Komunikasi Keluarga Terhadap Bahaya Narkoba

Yang pasti, peran keluarga sangat penting. Menjadi benteng terhadap segala kriminalitas, termasuk penyalahgunaan narkoba. Selain itu, keluarga pun diharapkan mampu membina hubungan komunikasi yang baik antar anggota keluarganya. Hal itu dapat dilakukan seperti adanya kasih sayang, saling memiliki, melindungi, memperhatikan, mendukung, percaya dan bebas mengemukakan pendapat serta terbuka dengan yang lainnya.
 
Khususnya mengenai bahaya narkoba, kiranya masing-masing anggota keluarga seperti ibu, bapak dan anak-anak serta anggota lain dalam rumah tangga harus diberi informasi mengenai segala sesuatu tentang narkoba. Misalnya, apa itu narkoba, bagaimana mendapatkannya, tipu muslihat orang menjerat narkoba, bahaya narkoba dan lain-lain. Guna mencegah anggota keluarga terlibat narkoba, setiap anggota keluarga, terutama kedua orang tua harus mengenali gejala-gejala dan alat-alat yang bisa didapati pada seorang yang menyalahgunakan narkoba. Komunikasi Keluarga sekarang ini ada perubahan pola hidup pada keluarga modern.

Ada sesuatu yang hilang, seperti waktu berkumpul dengan seluruh keluarga secara rutin. Akibat perubahan ini menyebabkan komunikasi antar keluarga semakin berkurang. Lancarnya komunikasi diantara keluarga, misalnya dengan terbiasa berkumpul pada waktu makan, baik makan siang maupun makan malam. Pada saat itu seluruh anggota keluarga berkumpul dan masing-masing menceritakan kegiatan masing-masing. Berkumpul mendengarkan radio atau menonton televise bersama. Sehingga orang tua dapat mengikuti apa yang ditonton anak-anaknya dan member penjelasan tentang hal-hal yang ditayangkan.

Selain itu di masa lalu, setiap rumah tangga hanya mempunyai satu telepon. Cara ini memudahkan orang tua memonitor telepon yang masuk maupun ke luar dari masing-masing anggota keluarga. Sementara keluarga jaman sekarang pelaksanaan makan bersama jarang sekali, karena berbagai perbedaan kegiatan diantara anggota keluarga itu sendiri. Hal ini disebabkan berbagai faktor, diantaranya perbedaan jam kerja, sekolah, kemacetan lalu lintas, kesibukan social di luar kantor dan sebagainya.

Kondisi ini akhirnya menyebabkan kesempatan untuk berkumpul bagi keluarga sangat jarang. Apalagi keadaan itu diperparah dengan banyaknya channel TV, video, DVD dalam satu rumah tangga terdapat dari satu media elektronik, sehingga masing-masing anggota keluarga menonton acaranya masing-masing. Belum lagi, sekarang ini kehadiran teknologi komunikasi seperti penggunaan telepon genggam telah ikut mendorong semua anggota keluarga sibuk dengan menelpon atau SMS, walaupun mereka duduk berdekatan. Begitu sibuknya penggunaan ponsel tersebut, akhirnya diantara mereka pun hampir tidak berkomunikasi secara langsung.

Berkaitan dengan itu, dirinya bersama sang suami berupaya sekuat mungkin menjalin komunikasi dengan anak-anaknya sebaik mungkin. Hal ini dilakukan agar sang buah hati tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, kehidupan bebas, dan lain-lain. Beri Informasi Karena itu, sebaiknya kita ajarkan atau memberikan informasi kepada anak-anak tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, kehidupan bebas dan lain-lain. Informasi itu, perlu disampaikan secara detail, diantaranya seperti bagaimana seseorang dapat terbujuk memakai narkoba. Selain itu juga melakukan komunikasi yang baik dan berusaha untuk mengetahui dan mengenal teman-temannya serta kegiatannya secara garis besar. Masyarakat perlu siap memerangi narkoba dan membantu korban narkoba untuk lepas dari cengkeraman narkoba.

Korban narkoba perlu dirangkul dan dinasehati serta jangan dimusuhi. Maksudnya, perlu dilakukan pendekatan kasih sayang dan yang tidak kalah penting lagi adanya solidaritas antar orang tua korban untuk saling membantu dan mendukung guna melepaskan korban dari ketergantungan barang haram tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar penyalahguna bisa sembuh dari ketergantungan narkoba. Sementara untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba, pemerintah perlu mengurangi pengangguran, kemiskinan. Alasannya banyak pengangguran dan kemiskinan dapat menyebabkan orang akan lebih mudah terjerat menjadi pengedar narkoba.

Selain itu masyarakat perlu menjaga lingkungan sekolah, tempat hiburan dan penjara agar tidak dijadikan sebagai tempat peredaran narkoba. Tidak kalah penting lagi perlu ditegakan hukum secara tegas terhadap pengedar dan importir narkoba. Selain itu perlu menindak tegas pejabat yang bekerja sama dengan pengedar.

            
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Kiat Menyampaikan Bahaya Narkoba kepada Anak Sesuai Tahapan Usia

1. Peran Orang tua Sebagai Model
Orangtua merupakan panutan dalam kehidupan anak. Segala hal yang
dikatakan dan dilakukan orangtua sehubungan dengan Narkoba akan
mempengaruhi sikap dan keputusan yang akan mereka ambil mengenai
Narkoba.

Sebagai panutan atau model bagi anak, sebaiknya orangtua :

a. Memberikan contoh perilaku dan sikap yang positif.

b. Melibatkan diri dalam kehidupan sosial anak-anak.

c. Menjelaskan kepada anak mengenai harapan-harapan orangtua dan
memberi dukungan untuk mencapainya.

d. Mendiskusikan masalah Narkoba sejak usia dini dengan cara-cara yang
sesuai dengan tahapan usianya.

e. Mendiskusikan konsekuensi negatif dari penyalahgunaan Narkoba.

f. Memberikan perhatian yang besar terhadap siap dan keputusan yang
diambil anak mengenai penyalahgunaan Narkoba.


2. Menetapkan Pendirian Terhadap Penyalahgunaan Narkoba
a. Anak-anak menginginkan orangtua untuk berbicara kepada mereka
mengenai Narkoba. Kalau orangtua terlihar ragu-ragu atau tidak yakin
akan pendiriannya sendiri, maka anak justru akan tergoda untuk
mencobanya. Orangtua perlu memperkaya diri dengan pengetahuan
mengenai Narkoba dan sampaikan pengetahuan tersebut kepada anak
dengan sikap yakin dan percaya diri.

b. Konsekuensi jika anak mencoba menggunakan Narkoba juga perlu
didiskusikan. Jelaskan hukuman apa yang akan diterima dan bagaimana
pelaksanaannya. Konsekuensi yang dipilih sebaiknya beralasan dan
berkaitan dengan kesalahan yang dibuat.

c. Berlawanan dengan yang selama ini dikhawatirkan orangtua, peraturan
yang ketat di rumah ternyata tidak akan membuat anak merasa terasing.
Bila peraturan yang ketat disertai dengan penjelasan bahwa tujuannya
adalah untuk melindungi anak dari bahaya, mereka justru merasa bahwa
orangtua memberikan cukup perhatian dan kasih sayang.


3. Kiat Mengajarkan Anak Mengenai Bahaya Narkoba

Tingkat pemahaman berbeda, maka strategi penyampaian perlu disesuaikan
dengan usia/tahapan perkembangan anak.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Panduan Untuk Orang Tua (1)

1. Siapkan diri lahir dan batin.
Siapkan lahir maksudnya adalah ketika kita berkomunikasi dengan anak alangkah lebih baiknya badan kita dalam keadaan sehat. Pastikan kita tidak dalam keadaan sakit yang tidak memungkinkan kita optimal dalam menceritakan sesuatu misalnya. Senyum yang miring sedikit saja amatlah mudah dibaca oleh anak-anak. Mereka mempunyai kepekaan yang amat luar biasa ketika berkomunikasi dengan orang dewasa. Salah dalam memulai akan berakibat panjang bagi anak-anak.

 2.Ciptakan suasana aman dan nyaman.

Suasana aman adalah anak-anak merasa tenang secara fisik dalam berkomunikasi dengan orang dewasa. Artinya, orang dewasa atau orang tua tidak menggunakan atau memakai bahan-bahan atau peralatan yang membuat anak merasa terancam. Suasana nyaman adalah dimana anak-anak tenang secara psikologis. Maksudnya, mereka mendapatkan perasaan yang nyaman karena orang dewasa yang berkomunikasi dengan mereka hadir dengan penuh perhatian, tidak memberikan penilaian/melabel, tidak menekan.

3. Pakailah bahasa yang sesuai pemahaman anak.

Bahasa yang sulit akan menimbulkan masalah yang cukup besar dalam pemahaman anak-anak. Penguasaan kosa kata anak amatlah jauh berbeda dengan orang dewasa. Rekaman pengalaman hidup apalagi. Jadi amatlah susah bagi mereka memahami perkataan orang dewasa yang terlalu tinggi dan jauh dari realitas mereka.
Sumber:
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Kiat Menyampaikan Bahaya Narkoba Kepada Anak Sesuai Tahapan Usia

1. Peran Orang tua Sebagai Model
Orangtua merupakan panutan dalam kehidupan anak. Segala hal yang
dikatakan dan dilakukan orangtua sehubungan dengan Narkoba akan
mempengaruhi sikap dan keputusan yang akan mereka ambil mengenai
Narkoba.

Sebagai panutan atau model bagi anak, sebaiknya orangtua :

a. Memberikan contoh perilaku dan sikap yang positif.

b. Melibatkan diri dalam kehidupan sosial anak-anak.

c. Menjelaskan kepada anak mengenai harapan-harapan orangtua dan
memberi dukungan untuk mencapainya.

d. Mendiskusikan masalah Narkoba sejak usia dini dengan cara-cara yang
sesuai dengan tahapan usianya.

e. Mendiskusikan konsekuensi negatif dari penyalahgunaan Narkoba.

f. Memberikan perhatian yang besar terhadap siap dan keputusan yang
diambil anak mengenai penyalahgunaan Narkoba.


2. Menetapkan Pendirian Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

a. Anak-anak menginginkan orangtua untuk berbicara kepada mereka
mengenai Narkoba. Kalau orangtua terlihar ragu-ragu atau tidak yakin
akan pendiriannya sendiri, maka anak justru akan tergoda untuk
mencobanya. Orangtua perlu memperkaya diri dengan pengetahuan
mengenai Narkoba dan sampaikan pengetahuan tersebut kepada anak
dengan sikap yakin dan percaya diri.

b. Konsekuensi jika anak mencoba menggunakan Narkoba juga perlu
didiskusikan. Jelaskan hukuman apa yang akan diterima dan bagaimana
pelaksanaannya. Konsekuensi yang dipilih sebaiknya beralasan dan
berkaitan dengan kesalahan yang dibuat.

c. Berlawanan dengan yang selama ini dikhawatirkan orangtua, peraturan
yang ketat di rumah ternyata tidak akan membuat anak merasa terasing.
Bila peraturan yang ketat disertai dengan penjelasan bahwa tujuannya
adalah untuk melindungi anak dari bahaya, mereka justru merasa bahwa
orangtua memberikan cukup perhatian dan kasih sayang.


3. Kiat Mengajarkan Anak Mengenai Bahaya Narkoba


Tingkat pemahaman berbeda, maka strategi penyampaian perlu disesuaikan
dengan usia/tahapan perkembangan anak.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Tips Orangtua Jika Mengetahui Anak Menyalahgunakan Narkoba

Fenomena penyalahgunaan Narkoba menjadi pembicaraan semua pihak, khususnya orang tua. Perang terhadap Narkoba telah dikumandangkan. Orang tua menjadi sangat khawatir dengan pergaulan anak-anaknya. Kekhawatiran ini membuat para orang tua atau pihak yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan remaja dan pemuda mulai mendirikan LSM anti Narkoba dan panti rehabilitasi untuk ketergantungan Narkoba. Seminar, sarasehan, kelompok studi tentang narkoba dan penanggulangannya sudah sangat banyak dilakukan, termasuk melatih dan merekrut sejumlah orang untuk menjadi tenaga penyuluhan untuk memerangi Narkoba. Di pihak lain, pengedar tampaknya semakin menjadi-jadi, bahkan mengedarkan narkoba sampai kepada pelajar SD.


Fenomena penyalahgunaan Narkoba menjadi pembicaraan semua pihak, khususnya orang tua. Perang terhadap Narkoba telah dikumandangkan. Orang tua menjadi sangat khawatir dengan pergaulan anak-anaknya. Kekhawatiran ini membuat para orang tua atau pihak yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan remaja dan pemuda mulai mendirikan LSM anti Narkoba dan panti rehabilitasi untuk ketergantungan Narkoba. Seminar, sarasehan, kelompok studi tentang narkoba dan penanggulangannya sudah sangat banyak dilakukan, termasuk melatih dan merekrut sejumlah orang untuk menjadi tenaga penyuluhan untuk memerangi Narkoba. Di pihak lain, pengedar tampaknya semakin menjadi-jadi, bahkan mengedarkan narkoba sampai kepada pelajar SD.

Anak kita terperangkap penyalahgunaan Narkoba tentu saja tidak terlepas dari masalah yang mendorongnya, seperti terpengaruh teman sebaya atau lingkungan di mana dia bergaul atau karena tidak harmonisnya hubungan antara anak dan orang tua sehingga si anak melakukan pelarian dengan mengkonsumsi Narkoba.

Bagi remaja, hubungan teman sebaya meluas dan menduduki peran utama pada kehidupan mereka. Teman sebaya secara tipikal menggantikan peran keluarga sebagai hal utama untuk sosialisasi dan aktivitas waktu luang. Remaja memiliki hubungan teman sebaya yang bervariasi dan membuat norma dan system nilai yang berbeda. Faktor resiko teman sebaya dapat digambarkan sebagai berikut : Berhubungan dengan teman sebaya yang menggunakan obat-obatan memiliki kecenderungan yang besar juga menggunakan obat-obatan. Tekanan negatif dari teman sebaya dapat menjadi resiko tersendiri. Contoh anak yang sebenarnya berasal dari keluarga baik-baik, mendapat nilai baik di sekolah dan tinggal di lingkungan yang baik pula, namun akhirnya terperangkap mengkonsumsi narkoba karena pengaruh temannya.

Berikut tips yang barangkali berguna bagi orang tua yang redaksi sarikan dari buku Penanggulangan Terpadu Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Masyarakat di DKI Jakarta:

Berusahalah tenang. Kendalikan emosi, marah, tersinmggung atau rasa bersalah tidak ada gunanya.
Jangan tunda masalah. Hadapilah kenyataan itu. Adakan dialog terbuka dengan anak dengan sikap tenang. Kemukakan apa yang Anda ketahui, tidak dengan cara menuduh. Jangan pada saat ia masih berada dalam pengaruh Narkoba.
Dengarkan anak dan beri dorongan nonverbal kepadanya. Dialog dengan anak merupakan kunci pemecahan masalah. Jangan rendahkan harga dirinya. Buatlah agar ia merasa aman dan nyaman berbicara dengan Anda.
Jika ia mau mengakui hal itu, hargailah kejujurannya. Anda pun perlu bersyukur karena dapat menciptakan keterbukaan itu.
Jujur terhadap diri sendiri. Beri contoh sikap jujur dan terbuka. Mau mengakui kelemahan dan kesalahan sendiri. Jangan membela diri atau merasa diri benar. Saling memaafkan untuk kesalahan sikap, kata-kata atau perbuatan di masa lalu yang menyakitkan orang lain.
Jika perlu minta bantuan pihak ketiga , jika sulit mengendalikan emosi, minta bantuan pihak ketiga yang dapat melakukan pendekatan yang lebih baik.
Tingkatkan hubungan dalam keluarga teliti hubungan dengan anak/anggota keluarga lain. Selesaikan konflik pribadi yang ada. Rencanakan rekreasi dengan anak atau anggota kelurga lain.
Bangun kehidupan berdisiplin, untuk menjauhkan anak dari lingkungan di mana Narkoba digunakan.
Cari Pertolongan tenaga profesi, pusat pengobatan atau rehabilitasi. Dengan atau tanpa seizin anak, berkonsultasilah kepada tenaga ahli.
Pendekatan kepada orangtua teman anak pemakai Narkoba, kunjungi orangtua teman anak Anda yang menggunakan Narkoba pada waktu yang tepat. Ungkapkan apa yang Anda ketahui dengan hati-hati dan bijaksana. Ajaklah bekerjasama menghadapi masalah itu.
Lalu bagaimana caranya agar orangtua dapat mencegah penyalahgunaan Narkoba di rumah? Berikut Tipsnya:

1. Menjadi teladan atau role model dalam budaya anti-Narkoba, anti kekerasan dan disiplin diri:

Orangtua yang juga menyalahgunakan narkoba tidak memiliki wibawa terhadap anaknya untuk juga tidak menggunakannya.
Perlihatkan kemampuan orangtua untuk berkata tidak dan untuk meminta tolong jika perlu
Tidak menggunakan cara kekerasan (tindakan dan kata-kata) terhadap anak dan orang lain. Hormati hak-hak asasi anak dan orang lain. Perlakukan anak atau orang lain dengan adil dan bijaksana.
Hidup secara tertib dan teratur.
2. Membantu anak mengembangkan kemampuan menolak tekanan kelompok sebaya untuk menggunakan Narkoba atau terlibat dalam kekerasan:
Beritahu anak mengenai haknya melakukan hak yang cocok bagi dirinya didasari rasa tanggung jawab, sehingga jika ada teman yang memaksa atau membujuk, ia berhak untuk menolaknya.
Bimbing anak mencari kawan sejati, yang tidak menjerumuskan dirinyaa dalam hal yang merugikan atau merusak.
Ajarkan anak menolak tawaran penyalahgunaan Narkoba.
Mengetahui jadwal kegiatan anak dan siapa kawan-kawannya.

3. Mendukung kegiatan anak yang sehat dan kreatif:

Mendukung kegiatan anak di sekolah, berolahraga, memiliki hobi, bermain musik, dan lain-lain tanpa menuntut anak agar berprestasi atau menang.
Orangtua melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan anak. Anak sangat menghargai saat-saat orangtua melibatkan diri dalam kegiatan mereka.
4. Membuat kesepakatan bersama tentang norma dan peraturan :
Anak ajar hidup yang teratur. Dorong anak belajar bertanggung jawab dengan menetapkan aturan bagi perilaku atau kegiatannya sehari-hari. Termasuk tidak menyalahgunakan Narkoba.
Tetapkan hal itu secara adil dan tuliskan peraturan-peraturan itu.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Bila Anak Menunjukkan Tanda-Tanda Menyalahgunakan Narkoba

Berikut adalah tips jika anak anda menunjukkan tanda-tanda menyalahgunaan narkoba.

  1. Lakukan pendekatan dengan cara :
    1. Utarakan kecurigaan secara terbuka pada saat anak dan orangtua dalam keadaan tenang.
    2. Jangan menuduh, tetapi diskusikan dengan anak mengapa ia sampai menggunakan narkoba.
    3. Gali kehidupan emosi dan sosialnya. Perasaan-perasaan apa yang dialami anak serta kehidupan sosial seperti apa yang dihadapi anak yang menyebabkan anak memutuskan untuk mencoba dan menyalahgunakan narkoba.
    4. Diskusikan cara mempertahankan diri dan menghindari diri dari penggunaan kembali di masa yang akan datang.
    5. Jelaskan tentang cara mendapatkan kembali kepercayaan keluarga.
    6. Bila menemui kesulitan untuk berbicara dengan anak, mintalah bantuan ahli, yaitu dokter keluarga, psikolog, psikiater, konselor narkoba.



  2. Bagaimana harus bersikap ?
    1. Jangan menyalahkan diri sendiri.
    2. Singkirkan perasaan malu, marah, rasa salah berlebihan, menilai diri gagal sebagai orangtua.
    3. Singkirkan keinginan menyalahkan pihak lain.
    4. Segera cari bantuan professional.
    5. Jangan putus asa.
    6. Tetap membantu anak dan tunjukkan kasih saying walaupun ia telah melakukan kesalahan.
    7. Bersikaplah optimis bahwa masalah ini dapat diatasi dengan kerjasama yang baik antara anak dan orangtua.



  3. Tindakan yang harus dilakukan
    1. Segera bawa anak untuk mendapatkan pertolongan dari dokter/rumah sakit yang melayani ketergantungan obat/pusat rehabillitasi ketergantungan obat.
    2. Segera mencari informasi mengenai berbagai macam bentuk perawatan dan rehablitasi ketergantungan obat.
    3. Konsultasikan dengan ahli (dokter, psikiater, psikolog, pekerja sosial, konselor narkoba) mengenai program yang paling tepat dan paling sesuai dengan kebutuhan anak.



  4. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan Treatment bagi penyalahguna narkoba
    1. Keadaan fisik, psikologis dan masalah-masalah sosial yang dihadapi penyalahguna.
    2. Tahap ketergantungan (eksperimen, sosial, instrumental, pembiasaan, kompulsif).
    3. Aset pribadi yang dimiliki (prestasi sekolah yang sudah dicapai, minat pendidikan/pekerjaan, kapasitas intelektual, bakat, sikap dan sifat yang dominan kehidupan emosi, keterampilan komunikasi, kompetensi sosial, kegiatan yang diminati, kemampuan adaptasi mengatasi stress, rasa harga diri, penerimaan diri, keimanan).
    4. Kondisi keluarga penderita (struktur keluarga, kebersamaan/kedekatan antar anggota keluarga, harapan orangtua terhadap penyalahguna, dukungan dan kasih sayang yang diberikan orangtua, kepantasan orangtua untuk dijadikan contoh bagi anak, keimanan keluarga, keterbukaan orangtua untuk mmelakukan perbaikan diri, trauma dalam keluarga, komunikasi dalam keluarga).



  5. Kesembuhan dari ketergantungan narkoba seperti :
    1. Berhenti menggunakan narkoba sama sekali.
    2. Kepribadian menjadi lebih kuat.
    3. Ada perubahan gaya hidup.



  6. Bagaimana tanggapan anda bila remaja purta anda mengemukakan keinginannya untuk mengenakan anting-anting? diskusikan dengan kelompok.



  7. Seseorang remaja putri yang anda kenal cukup baik menceritakan kehamilannya pada anda. Dia cemas untuk mengatakannya pada orangtuanya. Tapi ia telah menceritakan rahasianya pada anda karena ia percaya. Remaja itu putus asa untuk berbicara pada seseorang tentang situasinya. Tuliskan dan diskusikan apa yang dapat anda lakukan.



  8. Apakah anda kurang ideal dikeluarga anda? Tuliskan secara jelas apa yang anda sungguh-sungguh pikirkan. Tidak seorangpun akan melihat catatan anda tanpa izin anda. Ingatlah, penting bagi anda untuk mempunyai pemahaman yang bijaksana mengenai pengalaman anda dikehidupan keluarga.



  9. Apakah yang terjadi dengan kebutuhan anda sendiri?
    1. Yang manakah yang terpenuhi?
    2. Bagaimanakah itu terpenuhi?
    3. Bagaimanakah kebutuhan itu akan terpenuhi?



  10. Bandingkanlah peran orangtua dengan peran seniman.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

Kiat Menyampaikan Bahaya Narkoba kepada Anak Sesuai Tahapan Usia

1. Peran Orangtua Sebagai Model
Orangtua merupakan panutan dalam kehidupan anak. Segala hal yang
dikatakan dan dilakukan orangtua sehubungan dengan Narkoba akan
mempengaruhi sikap dan keputusan yang akan mereka ambil mengenai
Narkoba.

Sebagai panutan atau model bagi anak, sebaiknya orangtua :

a. Memberikan contoh perilaku dan sikap yang positif.

b. Melibatkan diri dalam kehidupan sosial anak-anak.

c. Menjelaskan kepada anak mengenai harapan-harapan orangtua dan
memberi dukungan untuk mencapainya.

d. Mendiskusikan masalah Narkoba sejak usia dini dengan cara-cara yang
sesuai dengan tahapan usianya.

e. Mendiskusikan konsekuensi negatif dari penyalahgunaan Narkoba.

f. Memberikan perhatian yang besar terhadap siap dan keputusan yang
diambil anak mengenai penyalahgunaan Narkoba.


2. Menetapkan Pendirian Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

a. Anak-anak menginginkan orangtua untuk berbicara kepada mereka
mengenai Narkoba. Kalau orangtua terlihar ragu-ragu atau tidak yakin
akan pendiriannya sendiri, maka anak justru akan tergoda untuk
mencobanya. Orangtua perlu memperkaya diri dengan pengetahuan
mengenai Narkoba dan sampaikan pengetahuan tersebut kepada anak
dengan sikap yakin dan percaya diri.

b. Konsekuensi jika anak mencoba menggunakan Narkoba juga perlu
didiskusikan. Jelaskan hukuman apa yang akan diterima dan bagaimana
pelaksanaannya. Konsekuensi yang dipilih sebaiknya beralasan dan
berkaitan dengan kesalahan yang dibuat.

c. Berlawanan dengan yang selama ini dikhawatirkan orangtua, peraturan
yang ketat di rumah ternyata tidak akan membuat anak merasa terasing.
Bila peraturan yang ketat disertai dengan penjelasan bahwa tujuannya
adalah untuk melindungi anak dari bahaya, mereka justru merasa bahwa
orangtua memberikan cukup perhatian dan kasih sayang.


3. Kiat Mengajarkan Anak Mengenai Bahaya Narkoba


Tingkat pemahaman berbeda, maka strategi penyampaian perlu disesuaikan
dengan usia/tahapan perkembangan anak.
Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel