SELAMAT DATANG DI BLOG-NYA FISIOTERAPIS INDONESIA..........................................................................SEMUA TENTANG FISIOTERAPI ADA DISINI

Tampilkan postingan dengan label Physiotherapy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Physiotherapy. Tampilkan semua postingan

PENGGANTIAN METAL PADA SENDI LUTUT

TOTAL KNEE REPLACEMENT
Dari jowir
Fisioterapis anda


Total Knee Replacement (TKR) adalah prosedur operasi penggantian sendi lutut yang tidak normal dengan material buatan. Tipe dari sendi lutut adalah hinge joint atau sendi engsel dimana pada sendi inilah yang memfasilitasi sebuah gerakan yang terjadi pada paha dan anggota gerak tubuh bawah. Tulang paha atau femur berbatasan langsung dengan tulang yang besar pada anggota gerak bawah/tibia pada sendi lutut ini. Pada TKR akhir dari tulang femur ini akan dibuang dan diganti dengan metal shell dan ujung dari tibia juga akan diganti dengan metal stem dan diantara keduanya dihubungkan dengan plastik sebagai peredam gerakan. Tergantung dari kondisi tempurung lutut pasien biasanya di belakang tempurung lutut juga ditambahkan plastik.

Ligament crusiatum posterior adalah jaringan yang menstabilkan sendi lutut dimana ligament ini berfungsi mencegah anggota gerak bawah bergeser ke belakang ketika terjadi gerakan pada femur dan tibia. Dan pada TKR ini ligament akan disesuaikan dengan bentuk material buatan yang ada apakah dibiarkan saja atau dikurangi atau malah ditambah tergantung dari material buatannya dengan melihat untung dan ruginya penambahan atau pengurangan tersebut.

Untuk itu perlu persiapan yang matang ketika anda memutuskan untuk mengganti sendi lutut anda. Fisioterapi akan membantu mendesign latihan anda pada saat sebelum operasi dan sesudah operasi. Fisioterapi juga mempercepat proses rehabilitasi untuk aktivitas fungsional yang mandiri.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PENGGANTIAN METAL PADA SENDI LUTUT

TOTAL KNEE REPLACEMENT
Dari jowir
Fisioterapis anda


Total Knee Replacement (TKR) adalah prosedur operasi penggantian sendi lutut yang tidak normal dengan material buatan. Tipe dari sendi lutut adalah hinge joint atau sendi engsel dimana pada sendi inilah yang memfasilitasi sebuah gerakan yang terjadi pada paha dan anggota gerak tubuh bawah. Tulang paha atau femur berbatasan langsung dengan tulang yang besar pada anggota gerak bawah/tibia pada sendi lutut ini. Pada TKR akhir dari tulang femur ini akan dibuang dan diganti dengan metal shell dan ujung dari tibia juga akan diganti dengan metal stem dan diantara keduanya dihubungkan dengan plastik sebagai peredam gerakan. Tergantung dari kondisi tempurung lutut pasien biasanya di belakang tempurung lutut juga ditambahkan plastik.

Ligament crusiatum posterior adalah jaringan yang menstabilkan sendi lutut dimana ligament ini berfungsi mencegah anggota gerak bawah bergeser ke belakang ketika terjadi gerakan pada femur dan tibia. Dan pada TKR ini ligament akan disesuaikan dengan bentuk material buatan yang ada apakah dibiarkan saja atau dikurangi atau malah ditambah tergantung dari material buatannya dengan melihat untung dan ruginya penambahan atau pengurangan tersebut.

Untuk itu perlu persiapan yang matang ketika anda memutuskan untuk mengganti sendi lutut anda. Fisioterapi akan membantu mendesign latihan anda pada saat sebelum operasi dan sesudah operasi. Fisioterapi juga mempercepat proses rehabilitasi untuk aktivitas fungsional yang mandiri.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

OSTEOARTHRITIS PADA SENDI TUBUH

Osteoarthritis

dari jowir ( fisioterapis anda )

Osteoarthritis adalah penyakit degenerative sendi yang sering terjadi pada sendi lutut, panggul, tangan, kaki dan tulang belakang.

Faktor Resiko:

1. Lanjut Usia. Osteoarthritis sering terjadi pada orang yang sudah lajut usia.

2. Wanita. Osteoarthritis sering dijumpai pada seseorang dengan jenis kelamin perempuan (meskipun demikian osteoarthritis sering menimpa juga pada laki-laki pada usia dibawah 45 tahun).

3. Kegemukan. Semakin bertambahnya berat tubuh mengakibatkan meningkatnya resiko terkena osteoarthritis.

4. Cedera Pada Sendi. Cedera sendi pada olahraga atau cedera yg berulang-ulang pada sendi dapat meningkatkan resiko terjadinya Osteoarthritis.


Gejala:

Gejala osteoarthritis sangat perlahan-lahan dan nyeri semakin hari semakin memburuk atau bertambah. Nyeri pada osteoarthritis digambarkan sebagai berikut :

a. Kekakuan pada sendi

b. Nyeri timbul saat aktivitas dan nyeri berkurang saat istirahat.

c. Nyeri kadang-kadang timbul dan kadang-kadang hilang dengan sendirinya.

d. Terjadinya peningkatan sensasi ketika sendi bergerak.

e. Adanya pertumbuhan tulang yang tidak wajar pada daerah pinggiran sendi

Diagnosis:

Osteoarthritis selalu didiagnosis berdasarkan dengan physical exam dan hasil dari x-rays, selain itu dokter juga bisa mengambil sampel dari cairan synovial pada sendi untuk memperkuat diagnosis osteoarthritisis.


Perawatan
Tidak ada obat untuk osteoarthritis tetapi ada cara untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan flexibilitas, meningkatkan kualitas gerakan sendi dan kualitas hidup. Perawatan yang bisa anda pilih adalah :


1. Pengaturan gaya hidup dan perawatan dengan menggunakan non-medication bersama Fisioterapi. Dalam kasus ini fisioterapi akan mendesign beberapa latihan dan gerakan untuk memepertahankan fleksibilitas otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, memeperkuat otot dan pengurangan nyeri. Fisioterapi juga bisa membantu menurunkan berat badan anda dan memberikan tips seputar osteoarthritis.

2. Obat-obatan, termasuk didalamnya untuk mengurangi nyeri seperti acetaminophen, corticosteroid injections, and hyaluronic acid injections.

3.Operasi disarankan untuk kasus osteoarthritis yang parah yang mana dengan pengobatan seperti diatas tidak memberikan efek yang begitu nyata.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

OSTEOARTHRITIS PADA SENDI TUBUH

Osteoarthritis

dari jowir ( fisioterapis anda )

Osteoarthritis adalah penyakit degenerative sendi yang sering terjadi pada sendi lutut, panggul, tangan, kaki dan tulang belakang.

Faktor Resiko:

1. Lanjut Usia. Osteoarthritis sering terjadi pada orang yang sudah lajut usia.

2. Wanita. Osteoarthritis sering dijumpai pada seseorang dengan jenis kelamin perempuan (meskipun demikian osteoarthritis sering menimpa juga pada laki-laki pada usia dibawah 45 tahun).

3. Kegemukan. Semakin bertambahnya berat tubuh mengakibatkan meningkatnya resiko terkena osteoarthritis.

4. Cedera Pada Sendi. Cedera sendi pada olahraga atau cedera yg berulang-ulang pada sendi dapat meningkatkan resiko terjadinya Osteoarthritis.


Gejala:

Gejala osteoarthritis sangat perlahan-lahan dan nyeri semakin hari semakin memburuk atau bertambah. Nyeri pada osteoarthritis digambarkan sebagai berikut :

a. Kekakuan pada sendi

b. Nyeri timbul saat aktivitas dan nyeri berkurang saat istirahat.

c. Nyeri kadang-kadang timbul dan kadang-kadang hilang dengan sendirinya.

d. Terjadinya peningkatan sensasi ketika sendi bergerak.

e. Adanya pertumbuhan tulang yang tidak wajar pada daerah pinggiran sendi

Diagnosis:

Osteoarthritis selalu didiagnosis berdasarkan dengan physical exam dan hasil dari x-rays, selain itu dokter juga bisa mengambil sampel dari cairan synovial pada sendi untuk memperkuat diagnosis osteoarthritisis.


Perawatan
Tidak ada obat untuk osteoarthritis tetapi ada cara untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan flexibilitas, meningkatkan kualitas gerakan sendi dan kualitas hidup. Perawatan yang bisa anda pilih adalah :


1. Pengaturan gaya hidup dan perawatan dengan menggunakan non-medication bersama Fisioterapi. Dalam kasus ini fisioterapi akan mendesign beberapa latihan dan gerakan untuk memepertahankan fleksibilitas otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, memeperkuat otot dan pengurangan nyeri. Fisioterapi juga bisa membantu menurunkan berat badan anda dan memberikan tips seputar osteoarthritis.

2. Obat-obatan, termasuk didalamnya untuk mengurangi nyeri seperti acetaminophen, corticosteroid injections, and hyaluronic acid injections.

3.Operasi disarankan untuk kasus osteoarthritis yang parah yang mana dengan pengobatan seperti diatas tidak memberikan efek yang begitu nyata.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PERAN FISIOTERAPI PADA STROKE

PERAN SERTA FISIOTERAPI PADA STROKE
Dari Jowir (fisioterapis anda)



Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.

Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.

Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.

Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PERAN FISIOTERAPI PADA STROKE

PERAN SERTA FISIOTERAPI PADA STROKE
Dari Jowir (fisioterapis anda)



Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.

Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.

Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.

Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PATAH PADA TULANG Belakang

Spondylolysis / Stress Fracture of Pars Interarticularis
Dari : Joweer


Pendahuluan :

Spondylolysis adalah patah tulang pada bagian pars interarticularis pada tulang belakang, hal ini sering terjadi karena sendi pada tulang belakang dipaksakan bekerja secara berlebihan/overuse injury. Biasanya ini terjadi pada atlet-atlet muda yang sering memforsir gerakan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cedera ini terjadi jika sendi tulang belakang dipaksa untuk menegakkan punggung/over extension dengan disertai rotasi secara berlebihan. Olahrga yang sering memicu cidera ini misalkan tolak peluru, tennis, baseball dan cricket.Jika cedera ini terjadi pada kedua sisi (pars interarticularis) disebut sebagai spondylolistesis.

Gejala Spondylolysis:
a. Sering terasa nyeri pada punggung bawah terutama pada salah satu sisi dari tulang belakang, meskipun pada beberapa kasus nyeri tidak dikeluhkan pasien.
b. Nyeri makin bertambah bila kita menegakkan punggung/extension activity
c. Nyeri secara tiba-tiba pada punggung, kebanyakan disaat kita menegakkan punggung.
d. Hyperlordosis atau peningkatan kurva lumbal sering dijumpai pada kasus ini.
e. Terjadi penegangan pada otot paha bagian belakang/m. hamstring
f. Nyeri timbul jika pasien disuruh berdiri dengan satu kaki (kaki yang ada nyeri) dan menegakkan punggung, disini fisioterapis memfasilitasi gerakkan.
g. Nyeri tekan terjadi pada daerah yang mengalami patah tulang.
h. Patah tulang selalu terjadi berlawanan arah dengan nyeri, jika patah tulang terjadi pada daerah kiri maka daerah sebelah kanan yg timbul nyeri.
i. Untuk memastikan diagnosis suruhlah pasien melakukan X-ray atau MRI guna mengetahui hasil yang akurat.
Hal yang perlu digaris bawahi dalam kasus ini adalah pentingnya pendiagnosisan yang tepat, karena jika diketahui dari awal maka patah tulang akan segera ditangani sehingga pada proses penyambungan tulang/healing akan berada pada posisi semula sehingga efek/nyeri rujukan dapat dihindari. Untuk kasus spondylolysis proses healing lebih cepat dibandingkan jika terjadi spondyloliystesis. Daerah yang sering terkena patah tulang ini adalah daerah lumbal 4 dan lumbal 5 (L4 & L5) dan proses healing L4 lebih cepat daripada l5.

Fisioterapi Pada Spondylolysis
a. Edukasi kepada pasien agar menghindari aktivitas/olahraga yang menambah nyeri
b. Memberikan streetching pada otot hamstring dan otot gluteal.
c. Mendesign latihan untuk penguatan core musle dan otot-otot punggung bawah (sangat penting dan disegerakan)
d. Memberikan back support/lumbal corset untuk pasien.
e. Pengetahuan, edukasi dan mengajarkan kepada pasien tentang tehnik yang tepat ketika melakukan olahraga pemicu patah tulang belakang.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PATAH PADA TULANG Belakang

Spondylolysis / Stress Fracture of Pars Interarticularis
Dari : Joweer


Pendahuluan :

Spondylolysis adalah patah tulang pada bagian pars interarticularis pada tulang belakang, hal ini sering terjadi karena sendi pada tulang belakang dipaksakan bekerja secara berlebihan/overuse injury. Biasanya ini terjadi pada atlet-atlet muda yang sering memforsir gerakan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cedera ini terjadi jika sendi tulang belakang dipaksa untuk menegakkan punggung/over extension dengan disertai rotasi secara berlebihan. Olahrga yang sering memicu cidera ini misalkan tolak peluru, tennis, baseball dan cricket.Jika cedera ini terjadi pada kedua sisi (pars interarticularis) disebut sebagai spondylolistesis.

Gejala Spondylolysis:
a. Sering terasa nyeri pada punggung bawah terutama pada salah satu sisi dari tulang belakang, meskipun pada beberapa kasus nyeri tidak dikeluhkan pasien.
b. Nyeri makin bertambah bila kita menegakkan punggung/extension activity
c. Nyeri secara tiba-tiba pada punggung, kebanyakan disaat kita menegakkan punggung.
d. Hyperlordosis atau peningkatan kurva lumbal sering dijumpai pada kasus ini.
e. Terjadi penegangan pada otot paha bagian belakang/m. hamstring
f. Nyeri timbul jika pasien disuruh berdiri dengan satu kaki (kaki yang ada nyeri) dan menegakkan punggung, disini fisioterapis memfasilitasi gerakkan.
g. Nyeri tekan terjadi pada daerah yang mengalami patah tulang.
h. Patah tulang selalu terjadi berlawanan arah dengan nyeri, jika patah tulang terjadi pada daerah kiri maka daerah sebelah kanan yg timbul nyeri.
i. Untuk memastikan diagnosis suruhlah pasien melakukan X-ray atau MRI guna mengetahui hasil yang akurat.
Hal yang perlu digaris bawahi dalam kasus ini adalah pentingnya pendiagnosisan yang tepat, karena jika diketahui dari awal maka patah tulang akan segera ditangani sehingga pada proses penyambungan tulang/healing akan berada pada posisi semula sehingga efek/nyeri rujukan dapat dihindari. Untuk kasus spondylolysis proses healing lebih cepat dibandingkan jika terjadi spondyloliystesis. Daerah yang sering terkena patah tulang ini adalah daerah lumbal 4 dan lumbal 5 (L4 & L5) dan proses healing L4 lebih cepat daripada l5.

Fisioterapi Pada Spondylolysis
a. Edukasi kepada pasien agar menghindari aktivitas/olahraga yang menambah nyeri
b. Memberikan streetching pada otot hamstring dan otot gluteal.
c. Mendesign latihan untuk penguatan core musle dan otot-otot punggung bawah (sangat penting dan disegerakan)
d. Memberikan back support/lumbal corset untuk pasien.
e. Pengetahuan, edukasi dan mengajarkan kepada pasien tentang tehnik yang tepat ketika melakukan olahraga pemicu patah tulang belakang.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

KELEMAHAN OTOT PUNGGUNG BAWAH

NYERI PUNGGUNG BAWAH (Karena Kelemahan Otot Punggung)
Dari Jowir (Fisioterapis anda)


Apakah Kelemahan Otot Punggung Itu?
Kelemahan otot punggung terjadi karena otot-otot pada perut dan punggung terlalu lemah sehingga tidak mampu menjalankan kewajibannya dalam menyangga tulang belakang, akibatnya terjadi nyeri pada punggung bawah. Jeleknya postur juga merupakan faktor yang menyebabkan strain pada otot punggung bawah.
Gejala yang timbul adalah :
1. Nyeri, pegal dan otot kaku pada punggung bawah terutama saat anda menghabiskan waktu spesial anda dengan berdiri lama.
2. Nyeri pada punggung bawah setelah aktivitas angkat-angkut
Apa Yang Dapat Anda Lakukan?
1. Meningkatkan latihan fleksibilitas dan mengikuti latihan penguatan punggung
2. Memperbaiki postur dan gaya hidup yang mampu menimbulkan nyeri punggung


Peran Fisioterapi
1. Menyarankan agar mengikuti program penguatan dan program rehabilitasi/pemulihan punggung
2. Mengaplikasikan hot pack dan TENS
3. Edukasi untuk teknik angkat-angkut yang benar, menjaga postur dan bagaimana meminimalisasikan penggunaan otot punggung yang berlebihan

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

KELEMAHAN OTOT PUNGGUNG BAWAH

NYERI PUNGGUNG BAWAH (Karena Kelemahan Otot Punggung)
Dari Jowir (Fisioterapis anda)


Apakah Kelemahan Otot Punggung Itu?
Kelemahan otot punggung terjadi karena otot-otot pada perut dan punggung terlalu lemah sehingga tidak mampu menjalankan kewajibannya dalam menyangga tulang belakang, akibatnya terjadi nyeri pada punggung bawah. Jeleknya postur juga merupakan faktor yang menyebabkan strain pada otot punggung bawah.
Gejala yang timbul adalah :
1. Nyeri, pegal dan otot kaku pada punggung bawah terutama saat anda menghabiskan waktu spesial anda dengan berdiri lama.
2. Nyeri pada punggung bawah setelah aktivitas angkat-angkut
Apa Yang Dapat Anda Lakukan?
1. Meningkatkan latihan fleksibilitas dan mengikuti latihan penguatan punggung
2. Memperbaiki postur dan gaya hidup yang mampu menimbulkan nyeri punggung


Peran Fisioterapi
1. Menyarankan agar mengikuti program penguatan dan program rehabilitasi/pemulihan punggung
2. Mengaplikasikan hot pack dan TENS
3. Edukasi untuk teknik angkat-angkut yang benar, menjaga postur dan bagaimana meminimalisasikan penggunaan otot punggung yang berlebihan

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

TULANG PUNGGUNG YANG MEMBENGKOK

SCOLIOSIS
Dari : Jowir
Fisioterapis anda



Apakah Scoliosis Itu?
Scoliosis adalah kondisi dimana kurva tulang punggung kita membengkok kesisi samping dan biasa kita kenal dengan tipe "S" atau tipe "C". Area tulang belakang yang sering membengkok terjadi pada area toracic dan lumbal. Scoliosis dapat terjadi karena congenital maksudnya dibawa dari semenjak dilahirkan oleh ibu kita atau idiopatic tidak diketahui penyebabnya atau berkembang dari waktu kewaktu oleh karena kondisi tertentu seperti cerebral palsy atau muscular dystrophy.
Idiopathic scoliosis dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketidak seimbangan otot yang disebabkan karena adanya truma fisik oleh karena kecelakaan ataupun sebagai akibat kebiasaan yang tidak bagus yang memungkinkan otot-otot daerah punggung yang kanan lebih dominan daripada yang kira ataupun sebaliknya. Misalkan saja anak-anak dapat terkena scoliosi karena selalu mengangkat tas yang berat hanya pada satu sisi bahu saja.


Apakah Tanda-Tandanya?
1. Salah satu bahu terlihat tingi daripada bahu yang lain
2. Scapula akan terlihat lebih menonjol daripada scapula yang lain (thoracic scoliosis)
3. Jika diukur maka kepala tidak akan sejajar pada garis tengah pelvis
4. Baju akan terlihat tidak menggantung sempurna pada tubuh
5. Nyeri punggung (tidak selalu menyebabkan nyeri punggung)
6. Pada x-ray akan terlihat pembengkokak kurve tulang belakang terutama area toracic dan area lumbal.


Penanganan Untuk Scoliosis
Penanganan untuk scoliosis berbeda dari orang satu ke orang lain tergantung dari derajad dari pembengkokan dan dari usia pasien scoliosis. Fisioterapi dapat menggunakan brace untuk memperbaiki postur dari pasien, pemakaian brace ini disesuaikan dengan kondisi pasien maksudnya ada tidaknya kelainan yang terjadi pada punggung pasien. Seperti misalkan pasien dengan spinal fusion injury untuk mencegah nyeri punggung dan kerusakan paru dan jantung pasien harus menggunakan brace 23 jam perharinya. Brace bisa dipakai dibawah pakain yang kita kenakan.
Penguatan dan penguluran otot-otot punggung dapat ditawarkan fisioterapi untuk memperbaiki kurva yang bengkok pada tulang punggung terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan otot.
Edukasi tentang bagaimana cara mengangkat sesuatu yang berat pada bahu agar seimbang dan olahraga-olahraga yang harus dihindari agar tidak memperparah scoliosis

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

TULANG PUNGGUNG YANG MEMBENGKOK

SCOLIOSIS
Dari : Jowir
Fisioterapis anda



Apakah Scoliosis Itu?
Scoliosis adalah kondisi dimana kurva tulang punggung kita membengkok kesisi samping dan biasa kita kenal dengan tipe "S" atau tipe "C". Area tulang belakang yang sering membengkok terjadi pada area toracic dan lumbal. Scoliosis dapat terjadi karena congenital maksudnya dibawa dari semenjak dilahirkan oleh ibu kita atau idiopatic tidak diketahui penyebabnya atau berkembang dari waktu kewaktu oleh karena kondisi tertentu seperti cerebral palsy atau muscular dystrophy.
Idiopathic scoliosis dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketidak seimbangan otot yang disebabkan karena adanya truma fisik oleh karena kecelakaan ataupun sebagai akibat kebiasaan yang tidak bagus yang memungkinkan otot-otot daerah punggung yang kanan lebih dominan daripada yang kira ataupun sebaliknya. Misalkan saja anak-anak dapat terkena scoliosi karena selalu mengangkat tas yang berat hanya pada satu sisi bahu saja.


Apakah Tanda-Tandanya?
1. Salah satu bahu terlihat tingi daripada bahu yang lain
2. Scapula akan terlihat lebih menonjol daripada scapula yang lain (thoracic scoliosis)
3. Jika diukur maka kepala tidak akan sejajar pada garis tengah pelvis
4. Baju akan terlihat tidak menggantung sempurna pada tubuh
5. Nyeri punggung (tidak selalu menyebabkan nyeri punggung)
6. Pada x-ray akan terlihat pembengkokak kurve tulang belakang terutama area toracic dan area lumbal.


Penanganan Untuk Scoliosis
Penanganan untuk scoliosis berbeda dari orang satu ke orang lain tergantung dari derajad dari pembengkokan dan dari usia pasien scoliosis. Fisioterapi dapat menggunakan brace untuk memperbaiki postur dari pasien, pemakaian brace ini disesuaikan dengan kondisi pasien maksudnya ada tidaknya kelainan yang terjadi pada punggung pasien. Seperti misalkan pasien dengan spinal fusion injury untuk mencegah nyeri punggung dan kerusakan paru dan jantung pasien harus menggunakan brace 23 jam perharinya. Brace bisa dipakai dibawah pakain yang kita kenakan.
Penguatan dan penguluran otot-otot punggung dapat ditawarkan fisioterapi untuk memperbaiki kurva yang bengkok pada tulang punggung terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan otot.
Edukasi tentang bagaimana cara mengangkat sesuatu yang berat pada bahu agar seimbang dan olahraga-olahraga yang harus dihindari agar tidak memperparah scoliosis

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PENYEBAB NYERI PUNGGUNG BAWAH

Hyperlordosis / Lordosis.
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apakah Lordosis atau Hyperlordosis itu?
Lordosis adalah berlebihannya kurva lumbal pada tulang belakang atau bisa dikatakan melengkungnya kurva punggung bawah kedalam yang melebihi batas normalnya. Tulang belakang memerlukan kurva yang normal untuk melakukan aktivitasnya secara benar. Lordosis ini dikaitkan dengan bentuk dari tulang belakang seseorang bila kurva menjadi besar dan menekan bagian yang lain dari tulang belakang maka nyeri akan timbul.

Penyebab Lordosis:
Beberapa otot disekitar hip dan tulang punggung menjadi tegang dan terkadang menjadi lemah karena tidak adanya keseimbangan/imbalance, dan ini sering dikenal sebagai lower crossed syndrome (dikaitkan dengan posisi dari otot yang menegang dan otot yang melemah yang berseberangan)

Dibawah ini otot-otot yang selalu menegang :
1. Trunk extensors (erector spinae and quadratus lumborum).
2. Hip flexors, yang paling utama adalah otot iliopsoas
Otot-otot yang menegang diatas memerlukan penguluran atau stretching, untuk itu konfirmasikan ke fisioterapi atau dokter anda.

Dibawah ini kelompok otot yang lemah dan selalu tertarik:
1. Otot-otot perut (rectus abdominus, internal oblique and external oblique)
2. Hip extensors (hamstrings and gluteus maximus).
Otot-otot diatas memerlukan penguatan atau strengtening untuk itu konsultasikan ke fisioterapi atau personal trainer anda.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PENYEBAB NYERI PUNGGUNG BAWAH

Hyperlordosis / Lordosis.
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apakah Lordosis atau Hyperlordosis itu?
Lordosis adalah berlebihannya kurva lumbal pada tulang belakang atau bisa dikatakan melengkungnya kurva punggung bawah kedalam yang melebihi batas normalnya. Tulang belakang memerlukan kurva yang normal untuk melakukan aktivitasnya secara benar. Lordosis ini dikaitkan dengan bentuk dari tulang belakang seseorang bila kurva menjadi besar dan menekan bagian yang lain dari tulang belakang maka nyeri akan timbul.

Penyebab Lordosis:
Beberapa otot disekitar hip dan tulang punggung menjadi tegang dan terkadang menjadi lemah karena tidak adanya keseimbangan/imbalance, dan ini sering dikenal sebagai lower crossed syndrome (dikaitkan dengan posisi dari otot yang menegang dan otot yang melemah yang berseberangan)

Dibawah ini otot-otot yang selalu menegang :
1. Trunk extensors (erector spinae and quadratus lumborum).
2. Hip flexors, yang paling utama adalah otot iliopsoas
Otot-otot yang menegang diatas memerlukan penguluran atau stretching, untuk itu konfirmasikan ke fisioterapi atau dokter anda.

Dibawah ini kelompok otot yang lemah dan selalu tertarik:
1. Otot-otot perut (rectus abdominus, internal oblique and external oblique)
2. Hip extensors (hamstrings and gluteus maximus).
Otot-otot diatas memerlukan penguatan atau strengtening untuk itu konsultasikan ke fisioterapi atau personal trainer anda.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

LINGKUP GERAK SENDI TULANG BELAKANG

Fleksibilitas Lumbar Spine

Dari : Jowir
Fisioterapis anda


Lingkup Gerak Sendi ( LGS )
Pada tulang belakang antara tulang satu dengan tulang yang lainnya dipisahkan oleh discus intervertebralis dimana pada diskus ini tersusun oleh annulus fibrosus dan nukleus pulposus. Luas gerak sendi punggung sebagian ditentukan oleh gaya distorsi dari tahanan diskus dan sebagian oleh sudut dan ukuran dari permukaaan articular diantara prosesus. LGS punggung terbesar terjadi manakala kondisi diskus paling tebal dan permukaan sendi paling luas. Kondisi seperti diatas terjadi pada daerah lumbal bawah tepatnya diarea L-4, L-5 dan S-1 dengan demikian gerakan lebih luas terjadi pada L-5 dan S-1 daripada L-1 dan L-2. Mengingat luasnya gerakan yang dihasilkan oleh L-5 dan S-1 maka kemungkinan sendi tersebut cidera atau herniasi atau ostheoarthritis lebih besar daripada sendi lainnya.
Gerakan yang terjadi pada lumbar spine adalah fleksi, ekstensi, lateral fleksi dan rotasi.
Karena tidak ada tulang rusuk yang menahan gerakan pada daerah lumbal maka gerakan fleksi dan ekstensi dari regio ini lebih memungkinkan daripada gerakan fleksi-ekstensi pada punggung atas. Untuk alasan yang sama kemungkinan bergerak rotasipun relatif lebih besar juga.

Fleksi
Gerakan fleksi pada daerah lumbal terjadi relaksasi ligament longitudinal anterior dan penguluran ligament supraspinal, ligament interspinal, ligament flavum ligament longitudinal posterior. Gerakan fleksi dibatasi oleh ukuran dari tulang punggung kita.

Untuk mengetahui luas gerak yang terjadi pada sendi ini, suruhlah pasien agar menekuk punggungnya kedepan dengan catatan lutut harus lurus dan berusaha untuk menyentuh ujung jari kakinya. Jika pasien tidak dapat melakukannya ukurlah berapa jarak antara ujung jari tangannya dengan lantai. Gerakan fleksi pada punggung bawah tidak akan menyebabkan kyposis seperti yang terjadi pada regio leher. Pasien yang mempunyai spasme pada otot paraspinal akan menolak untuk melakukan gerakan ini.

Ekstensi
Ekstensi pada regio lumbal mengakibatkan penguluran pada ligament longitudinal anterior dan relaksasi pada ligament posterior. Otot pungung bagian belakang bertanggung jawab pada gerakan ini dan peningkatan lordosis lumbal ditahan oleh otot rectus abdominalis.
Untuk mengetes gerakan ekstensi ini dengan cara berdiri disamping pasien dan letakan tangan anda padaspina iliaca superior posterior dan jari-jari anda searah dengan garis midline tubuh pasien dan suruhlah pasien bergerak menegakkan punggungnya sejauh yang dia bisa dan berikanlah sedikit bantuan secara gentle dengan cara menambah lingkup gerakan sendi tersebut dengan tekanan.
Ukurlah gerakan tersebut dan catatlah. Spondilolistesis dapat meningkatkan nyeri selama gerakan ekstensi ini.

Lateral Fleksi
Lateral fleksi pada regio lumbal bukanlah gerakan yang murni, karena ada banyak komponen yang mendukung gerakan ini terutama komponen yang memunculkan gerakan rotasi.



Untuk mengetes gerakan ini stabilisasikan crest iliaca pasien dan suruhlah pasien menekuk pungungnya kekanan dan kekiri sejauh yang dia bisa. Catatlah seberapa besar jauhnya gerakan yang terjadi dan bandingkan dengan gerakan satunya.

Rotasi
Untuk mengetes rotasi ini berdirilah disamping pasien dan stabilisasikan pelvisnya dengan cara meletakkan satu tangan di crest iliaca dan tangan satunya berada di bahu opositenya. Lakukanlah gerakan memutar pada trunknya dan lakukan prosedur yang sama pada sisi lawannya.






Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

LINGKUP GERAK SENDI TULANG BELAKANG

Fleksibilitas Lumbar Spine

Dari : Jowir
Fisioterapis anda


Lingkup Gerak Sendi ( LGS )
Pada tulang belakang antara tulang satu dengan tulang yang lainnya dipisahkan oleh discus intervertebralis dimana pada diskus ini tersusun oleh annulus fibrosus dan nukleus pulposus. Luas gerak sendi punggung sebagian ditentukan oleh gaya distorsi dari tahanan diskus dan sebagian oleh sudut dan ukuran dari permukaaan articular diantara prosesus. LGS punggung terbesar terjadi manakala kondisi diskus paling tebal dan permukaan sendi paling luas. Kondisi seperti diatas terjadi pada daerah lumbal bawah tepatnya diarea L-4, L-5 dan S-1 dengan demikian gerakan lebih luas terjadi pada L-5 dan S-1 daripada L-1 dan L-2. Mengingat luasnya gerakan yang dihasilkan oleh L-5 dan S-1 maka kemungkinan sendi tersebut cidera atau herniasi atau ostheoarthritis lebih besar daripada sendi lainnya.
Gerakan yang terjadi pada lumbar spine adalah fleksi, ekstensi, lateral fleksi dan rotasi.
Karena tidak ada tulang rusuk yang menahan gerakan pada daerah lumbal maka gerakan fleksi dan ekstensi dari regio ini lebih memungkinkan daripada gerakan fleksi-ekstensi pada punggung atas. Untuk alasan yang sama kemungkinan bergerak rotasipun relatif lebih besar juga.

Fleksi
Gerakan fleksi pada daerah lumbal terjadi relaksasi ligament longitudinal anterior dan penguluran ligament supraspinal, ligament interspinal, ligament flavum ligament longitudinal posterior. Gerakan fleksi dibatasi oleh ukuran dari tulang punggung kita.

Untuk mengetahui luas gerak yang terjadi pada sendi ini, suruhlah pasien agar menekuk punggungnya kedepan dengan catatan lutut harus lurus dan berusaha untuk menyentuh ujung jari kakinya. Jika pasien tidak dapat melakukannya ukurlah berapa jarak antara ujung jari tangannya dengan lantai. Gerakan fleksi pada punggung bawah tidak akan menyebabkan kyposis seperti yang terjadi pada regio leher. Pasien yang mempunyai spasme pada otot paraspinal akan menolak untuk melakukan gerakan ini.

Ekstensi
Ekstensi pada regio lumbal mengakibatkan penguluran pada ligament longitudinal anterior dan relaksasi pada ligament posterior. Otot pungung bagian belakang bertanggung jawab pada gerakan ini dan peningkatan lordosis lumbal ditahan oleh otot rectus abdominalis.
Untuk mengetes gerakan ekstensi ini dengan cara berdiri disamping pasien dan letakan tangan anda padaspina iliaca superior posterior dan jari-jari anda searah dengan garis midline tubuh pasien dan suruhlah pasien bergerak menegakkan punggungnya sejauh yang dia bisa dan berikanlah sedikit bantuan secara gentle dengan cara menambah lingkup gerakan sendi tersebut dengan tekanan.
Ukurlah gerakan tersebut dan catatlah. Spondilolistesis dapat meningkatkan nyeri selama gerakan ekstensi ini.

Lateral Fleksi
Lateral fleksi pada regio lumbal bukanlah gerakan yang murni, karena ada banyak komponen yang mendukung gerakan ini terutama komponen yang memunculkan gerakan rotasi.



Untuk mengetes gerakan ini stabilisasikan crest iliaca pasien dan suruhlah pasien menekuk pungungnya kekanan dan kekiri sejauh yang dia bisa. Catatlah seberapa besar jauhnya gerakan yang terjadi dan bandingkan dengan gerakan satunya.

Rotasi
Untuk mengetes rotasi ini berdirilah disamping pasien dan stabilisasikan pelvisnya dengan cara meletakkan satu tangan di crest iliaca dan tangan satunya berada di bahu opositenya. Lakukanlah gerakan memutar pada trunknya dan lakukan prosedur yang sama pada sisi lawannya.






Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

NYERI PADA IBU JARI


DE QUERVAIN'S SYNDROME
oleh : Jowir
Fisioterapis anda
Gambaran Umum :
de Quervain syndrome (juga dikenal sebagai washerwoman's sprain, Radial styloid tenosynovitis, de Quervain disease, de Quervain's tenosynovitis, de Quervain's stenosing tenosynovitis or mother's wrist), adalah sebuah peradangan dari tendon-tendon otot exstensor policis brevis serta otot abductor policis longus yang keduanya bersama – sama masuk dalam satu selubung tendon.
Patologi :
Otot exstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus merupakan dua otot yang bekerja secara berdampingan dan hampir mempunyai fungsi yang relatif sama yaitu menggerakkan ibujari menjauh dari tangan atau disebut sebagai radial abduction. de Quervain syndrome pada umumnya dikenal sebagai kondisi peradangan atau tedosynovitis, tetapi evaluasi histologi khusus menunjukkan tidak adanya peradangan yang terlihat dan yang lebih nampak adalah adanya proses degenerasi myxoid yang konsisten dengan proses degenerasi yang kronik. dan patologi kasus ini sering teridentifikasi pada seorang wanita yang baru saja menjadi ibu. de Quervain syndrome umumnya terjadi pada wanita, karena rata-rata wanita mempunyai prosesus styloideum yang lebih besar daripaa laki-laki
Penyebab :
Penyebab dari de Quervain syndrome adalah idiopatik atau tidak diketahui tetapi penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari) sering memunculkan kasus ini.

Gejala :
Gejala yang sering muncul adalah nyeri, tenderness, bengkak pada ibujari dan kesulitan dalam aktivitas menggenggam.
Diagnosis untuk menegakkkan apakah ini adalah de Quervain syndrome adalah dengan menggunakan finkelstein's test. Tes ini dilakukan dengan cara pasien mengepalkan tangannya dimana ibujari diliputi oleh jari-jari lainnyas elanjutnya dilakukan deviasi ulner plus ekstension. Hasilnya positif jika pasien merasakan nyeri hebat sehingga menolak untuk melanjutkan gerakan tersebut.
Fisioterapi
Peran fisioterapi dalam kasus ini adalah memberikan splint atau pembidaian, tujuan adalah mengistirahatkan sendi dan mengurangi gerakan yang memunculkan nyeri terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan tangan terutama ibu jari.. Pengaplikasian paraffin-bath atau hot pack membantu mengurangi nyeri yang terjadi, karena dengan efek termal yang terjadi membantu meningkatkan proses vaskularisasi darah pada sendi. Kombinasi dengan ultrasound terkadang memberikan efek yang bermakna bagi pasien ( baca artikel tentang ultrasound di modalitas fisioterapi).

Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

NYERI PADA IBU JARI


DE QUERVAIN'S SYNDROME
oleh : Jowir
Fisioterapis anda
Gambaran Umum :
de Quervain syndrome (juga dikenal sebagai washerwoman's sprain, Radial styloid tenosynovitis, de Quervain disease, de Quervain's tenosynovitis, de Quervain's stenosing tenosynovitis or mother's wrist), adalah sebuah peradangan dari tendon-tendon otot exstensor policis brevis serta otot abductor policis longus yang keduanya bersama – sama masuk dalam satu selubung tendon.
Patologi :
Otot exstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus merupakan dua otot yang bekerja secara berdampingan dan hampir mempunyai fungsi yang relatif sama yaitu menggerakkan ibujari menjauh dari tangan atau disebut sebagai radial abduction. de Quervain syndrome pada umumnya dikenal sebagai kondisi peradangan atau tedosynovitis, tetapi evaluasi histologi khusus menunjukkan tidak adanya peradangan yang terlihat dan yang lebih nampak adalah adanya proses degenerasi myxoid yang konsisten dengan proses degenerasi yang kronik. dan patologi kasus ini sering teridentifikasi pada seorang wanita yang baru saja menjadi ibu. de Quervain syndrome umumnya terjadi pada wanita, karena rata-rata wanita mempunyai prosesus styloideum yang lebih besar daripaa laki-laki
Penyebab :
Penyebab dari de Quervain syndrome adalah idiopatik atau tidak diketahui tetapi penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari) sering memunculkan kasus ini.

Gejala :
Gejala yang sering muncul adalah nyeri, tenderness, bengkak pada ibujari dan kesulitan dalam aktivitas menggenggam.
Diagnosis untuk menegakkkan apakah ini adalah de Quervain syndrome adalah dengan menggunakan finkelstein's test. Tes ini dilakukan dengan cara pasien mengepalkan tangannya dimana ibujari diliputi oleh jari-jari lainnyas elanjutnya dilakukan deviasi ulner plus ekstension. Hasilnya positif jika pasien merasakan nyeri hebat sehingga menolak untuk melanjutkan gerakan tersebut.
Fisioterapi
Peran fisioterapi dalam kasus ini adalah memberikan splint atau pembidaian, tujuan adalah mengistirahatkan sendi dan mengurangi gerakan yang memunculkan nyeri terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan tangan terutama ibu jari.. Pengaplikasian parafin bath atau hot pack membantu mengurangi nyeri yang terjadi, karena dengan efek termal yang terjadi membantu meningkatkan proses vaskularisasi darah pada sendi. Kombinasi dengan ultrasound terkadang memberikan efek yang bermakna bagi pasien ( baca artikel tentang ultrasound di modalitas fisioterapi).
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PERMASALAHAN PADA ANKLE

SPRAIN ANKLE
Oleh Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran Umum :
Sprain ankle juga dikenal sebagai cidera ankle atau cidera ligament ankle, pada umumnya sprain ankle ini terjdi karena robeknya sebagian dari ligament( torn partial ligament) atau keseluruhan dari ligament (torn ligament) dan hampir 85% kasus sprain ankle ini mengenai ligament talofibular anterior.

Penyebab :
Gerakan yang sering memicu sprain ankle adalah gerakan inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai.
Kategori :
Sprain ankle terbagi menjadi beberapa derajat sprain sesuai tingkat kerusakan dan pengaruh ligamentnya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sedangkan derajat II dan III sprain ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular, ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga umumnya pasien langsung berobat ke dokter atau fisioterapi untuk mendapatkan terapi.


Penanganan :
Untuk tahap akut selalu menggunakan protokol protection, rest, ice, compresion and elevation atau lebih populer dengan (PRICE), yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk memperkuat stabilitas sendi ankle. Penggunaan ankle brace atau ankle support sangat membantu untuk perawatan dan pencegahan sprain ankle. Terkadang karena jalan yang abnormal menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang lebih parah. Untuk itu pada kasus yang akut berikanlah ankle brace dan kruk (crutches).

Pemberian ice pada kasus sprain ankle akut selama 10-15 menit membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tetapi perlu diingat juga pemberian ice yang terlalu lama juga dapat menimbulkan cidera karena efek dingin yang terjadi. Penggunaan bandage yang tepat diperlukan untuk mensupport ligament agar lebih stabil dan menekan ligament yang cidera sehingga menguramgi nyeri dan menstabilkannya. Dalam pemberian bandage ini yang perlu diingat adalah jangan terlalu kencang dan pergunakan metode yang tepat karena pengaplikasian bandage yang terlalu kencang dapat menghambat proses vaskularisasi darah.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik, hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga timbul nyeri.

Peran Fisioterapi :
Pemilihan Ultrasound sebagai modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle disarankan, karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Pada kondisi klinis pengaplikasian ultrasound dengan intensity 3Mhz dan intensity 1,5 w/cm kwadrat memberikan efek yang bermanfaat untuk perbaikan jaringan lunak.
Bagaimanapun juga exercise atau latihan adalah yang terbaik untuk kasus cidera ligament kronik. Latihan aktive dan active range of motion yang berupa dorsi-fleksi, plantar fleksi, inversi ataupun eversi stabilisasi akan menjaga fleksibilitas dan lingkup gerak sendi. latihan stabilitas juga perlu untuk penguatan otot-otot ankle sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan otot ankle. Akibat dari latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada level sensorik.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel

PERMASALAHAN PADA ANKLE

SPRAIN ANKLE
Oleh Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran Umum :
Sprain ankle juga dikenal sebagai cidera ankle atau cidera ligament ankle, pada umumnya sprain ankle ini terjdi karena robeknya sebagian dari ligament( torn partial ligament) atau keseluruhan dari ligament (torn ligament) dan hampir 85% kasus sprain ankle ini mengenai ligament talofibular anterior.

Penyebab :
Gerakan yang sering memicu sprain ankle adalah gerakan inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai.
Kategori :
Sprain ankle terbagi menjadi beberapa derajat sprain sesuai tingkat kerusakan dan pengaruh ligamentnya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sedangkan derajat II dan III sprain ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular, ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga umumnya pasien langsung berobat ke dokter atau fisioterapi untuk mendapatkan terapi.


Penanganan :
Untuk tahap akut selalu menggunakan protokol protection, rest, ice, compresion and elevation atau lebih populer dengan (PRICE), yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk memperkuat stabilitas sendi ankle. Penggunaan ankle brace atau ankle support sangat membantu untuk perawatan dan pencegahan sprain ankle. Terkadang karena jalan yang abnormal menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang lebih parah. Untuk itu pada kasus yang akut berikanlah ankle brace dan kruk (crutches).

Pemberian ice pada kasus sprain ankle akut selama 10-15 menit membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tetapi perlu diingat juga pemberian ice yang terlalu lama juga dapat menimbulkan cidera karena efek dingin yang terjadi. Penggunaan bandage yang tepat diperlukan untuk mensupport ligament agar lebih stabil dan menekan ligament yang cidera sehingga menguramgi nyeri dan menstabilkannya. Dalam pemberian bandage ini yang perlu diingat adalah jangan terlalu kencang dan pergunakan metode yang tepat karena pengaplikasian bandage yang terlalu kencang dapat menghambat proses vaskularisasi darah.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik, hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga timbul nyeri.

Peran Fisioterapi :
Pemilihan Ultrasound sebagai modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle disarankan, karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Pada kondisi klinis pengaplikasian ultrasound dengan intensity 3Mhz dan intensity 1,5 w/cm kwadrat memberikan efek yang bermanfaat untuk perbaikan jaringan lunak.
Bagaimanapun juga exercise atau latihan adalah yang terbaik untuk kasus cidera ligament kronik. Latihan aktive dan active range of motion yang berupa dorsi-fleksi, plantar fleksi, inversi ataupun eversi stabilisasi akan menjaga fleksibilitas dan lingkup gerak sendi. latihan stabilitas juga perlu untuk penguatan otot-otot ankle sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan otot ankle. Akibat dari latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada level sensorik.
Alat Fisioterapi
Terimakasih atas kunjungan teman sejawat fisioterapis, walaupun artikelnya mungkin kurang memuaskan saya berharap dapat membantu anda mencari artikel-artikel fisioterapi, dan semoga blog ini bermanfaat.

Jika anda ingin mendapatkan info tentang alat fisioterapi, kami juga jual alat fisioterapi. Silahkan kunjungi Distributor alat fisioterapi dan alat kesehatan.
Share Artikel